Waduh! Di Lebak, Bantuan Traktor Nyasar Ke Guru?

1689 views
image

ilustrasi

 
bantenday.com, – Program bantuan hand traktor yang direalisasikan pemerintah bagi petani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dinilai kurang merata dan bahkan tidak tepat sasaran. Parahnya lagi, selain banyak petani yang tidak menerima bantuan, para penerima bantuan bukan dari kalangan petani, melainkan para guru.

 Sejumlah kelompok tani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Japrana 2 di Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung mempertanyakan bantuan traktor untuk petani, karena selama ini mereka sama sekali belum pernah mendapatkannya. Untuk mengolah sawah yang luasnya sekitar 25 hektar, Poktan Japrana 2 terpaksa dengan sistem sewa hingga biaya yang dikeluarkan para petani membengkak.

Ketua Poktan Japrana 2, Andriansyah mengatakan, bantuan traktor yang dikeluarkan baik oleh pemerintah daerah melalui Dinas pertanian atau melalui aspirasi DPR telah diminta melalui pengajuan proposal. Namun sampai saat ini tidak pernah datang dan terealisasi. Bahkan, pihaknya menduga, banyak bantuan traktor yang penyalurannya tidak tepat sasaran bahkan bantuan traktornya tidak diketahui keberadaannya.

“Masa yang mendapatkan bantuan traktor bukan petani melainkan guru yang akhirnya traktor tersebut disewa-sewakan pada petani, sedangkan kami petani yang asli harus menyewa kepada guru tersebut yang biaya sewa  perharinya mencapai Rp 70 ribu, belum biaya operator dan BBM,” kata Andri, kemarin.

Kata dia, Poktan Japrana 2 saat ini telah mengikuti program yang dicanangkan presden Jokowi yakni program budidaya penangkaran benih mandiri. Dimana dalam program tersebut benih yang dihasilkan, akan menjadi benih unggulan jika dalam prosesnya baik setelah melalui uji kelayakan.

    “Kami minta kepada Pemerintah memberikan kami bantuan traktor, karena biaya yang ditanggung untuk pengolahan sawah sangat tinggi, hingga penghasilan petani banyak terpotong oleh biaya sewa traktor dan lain-lainnya,” ujarnya.

Keluhan serupa,  dilontarkan Ahmad Petani di Cibuah, bahwa bantuan traktor baik dari pemerintah daerah banyak bermasalah setelah traktor tersebut diterima, bahkan bantuan traktor dari aspirasi DPR ada yang diambil paksa dari petani oleh oknum DPR dan dialihkan ketempat lain.

“Sebetulnya banyak sekali permasalahan terkait bantuan traktor untuk petani, tapi  karena para petani tidak berani mengungkapkannya,” katanya.

Sementara Kabid Sarana dan Prasarana (sarpras) Dinas Pertanian Lebak Yuntanimengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya Poktan yang tidak mendapatkan bantuan Traktor. Karena, sepengetahuannya semua poktan telah didata untuk mendapatkan bantuan traktor. Apalagi, terkait informasi adanya traktor bantuan yang diambil kembali, pihaknya sama sekali belum mengetahui.

“Nanti akan kita lihat dulu ke lapangan, karena sepengetahuan saya semua poktan mendapatkan bantuan traktor, guna memenuhi kebutuhan mereka mengolah lahan pertaniannya,” katanya.(NZ/a1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...