Siswa SDN1 Cisimeut Belajar Dilantai

473 views
image

Nampak sebagian siswa SDN1 Cisimeut belajar dilantai

Bantenday.com, Lebak – Lantaran kekurangan mebeuler dan keadaan ruang kelas yang sudah rusak, dua Rombongan Belajar (Rombel) SDN1 Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, disatukan dalam satu ruang kelas sehingga saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) para siswa dalam satu meja dengan dua kursi harus berdesakan diduduki oleh empat sampai lima orang siswa bahkan sampai ada yang duduk lesehan dilantai karena kelebihan kapasitas.

Empit Kusmiati Kepala Sekolah SDN1 Cisimeut menjelaskan, sejak dirinya menjadi kepala sekolah sejak bulan Desember lalu keadaan sekolah sudah seperti sekarang ini, sehingga ketika melihat keadaan dua ruang kelas tersebut dirinya terpaksa harus menyatukan dua Rombel walaupun para siswa belajar dengan berdesakan.

“Tujuannya untuk keamanan para siswa itu sendiri, ya walaupun jumlahnya melebihi kapasitas terpaksa harus dilakukan seperti itu dengan resiko KBM tidak terlalu efektif. Bagaimana siswa bisa belajar dengan efektif, saat belajar saja mereka tidak nyaman dengan duduk berdesakan dan sebagian lagi sambil lesehan dilantai, kami terpaksa lakukan itu karena dua ruang kelas yang dikosongkan tersebut selain sudah rusak keadaannya, mebeulernya juga sudah tidak ada karena banyak yang rusak,” jelas Empit Kamis (07/04).

Menurut Empit, idealnya itukan dalam satu ruang kelas berjumlah 32 siswa, tapi diruang kelas empat dan kelas enam lebih dari itu.

“Mau bagaimana lagi, kelas empat saja siswanya ada sekitar 59 orang sedangkan di kelas enam ada 58 orang. Yang saya khawatirkan itu kelas enam mereka kan sudah mau ujian, melihat keadaannya seperti ini takutnya nilai mereka anjlok bagaimana kalau tidak lulus, pasti saya nanti yang diprotes oleh orang tua siswa,”keluhnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi mengatakan, sampai sekarang pihaknya belum menerima informasi ada siswa yang masih belajar dilantai.

“kita belum menerima informasi ada siswa masih belajar dilantai, apabila ada informasi saya merasa berterima kasih. Karena terus terang, kami tiap tahun mengalokasikan anggaran untuk pengadaan mebeuler untuk menjamin tidak ada siswa sekolah yang belajar dilantai,” katanya.

Menurut Wawan, pihaknya akan meninjau secara langsung apabila ada siswa yang masih belajar dilantai dan pihaknya akan segera melengkapi kebutuhan mebeulernya.

“Akan kita tinjau langsung nanti, dan akan segera kita lengkapi mebeulernya. Karena tahun ini juga ada pengadaan untuk mebeuler baik SD ataupun SMP,” ungkapnya.

Terkait dengan ruang belajar Wawan mengaku, berdasarkan hasil pendataan ada sekitar 500 lebih kekurangan ruang belajar SD. Sehingga pihaknya sering menemukan satu ruangan diisi oleh 50 sampai 60 siswa.    

“Kita sering menemukan seperti itu, padahal idealnya 32 siswa. Ada juga sekolah yang rombelnya banyak, sementara ruangannya sedikit. Kita masih kekurangan ruang kelas 500 lebih untuk ruang kelas SD,” pungkasnya.(dhe/a3)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...