SDN 4 MCT Rangkasbitung Sudah Bisa Digunakan Untuk KBM 

9136 views
image

Nampak ruang kelas yang dulu kumuh dan dikhawatirkan ambruk sekarang terlihat rapih walaupun belum dipergunakan

bantenday.com, Lebak – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Muara Ciujung Timur (MCT) yang terletak di Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak, lakukan Gotong royong memperbaiki 3 bangunan ruang kelas yang tidak digunakan dan nyaris ambruk dilingkungan sekolah tersebut untuk memberikan kenyamanan kepada para siswanya.

Kusni Kepala SDN4 Muara Ciujung mengatakan, sekolah yang berdiri pada tahun 1976 ini belum pernah mendapatkan bantuan rehabilitasi sejak tahun 1980 sampai sekarang. Sehingga saat dirinya ditunjuk untuk menjadi Kepala Sekolah tersebut, merasa miris dengan keadaan sekolah.

“Saya kaget ketika melihat kondisi bangunan sekolah yang dekat dengan pusat pemerintahan keadaannya hampir ambruk, walaupun ruangan tersebut tidak digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),” ujar Kusni kepada bantenday.com saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu (26/03/2016).

Untuk itulah kata Kusni, dirinya memiliki inisiatif untuk mempergunakan bangunan tersebut dengan memperbaikinya secara swadaya dengan para tenaga pengajar.

“Saya perbaiki bangunan tersebut secara swadaya dengan para tenaga pengajar disini, sehingga keadannya seperti sekarang ini.”katanya.

Kusni mengaku, jumlah siswa disekolah tersebut ada 195 siswa dan 11 orang tenaga pengajar dengan jumlah 7 Rombongan Belajar (Rombel) tidak kekurangan ruang kelas, namun pihaknya memperbaiki 3 ruangan tersebut untuk dipergunakan apabila nanti ada kegiatan sekolah ekstra.

“Kalau membangun kan harus menggunakan anggaran ratusan juta, mendingan kita memperbaiki bangunan yang ada daripada mubazir dan terlihat kumuh. Manfaatnya kan banyak, yang satu ruang itu sekarang digunakan untuk bermain tenis meja, dan bahkan masyarakat sekitar pun kalau sore sering ikut bermain disini, ya walaupun tidak sebagus menggunakan anggaran rehab setidaknya bisa digunakan saja dulu,” tukasnya.

Menurut dia, pihaknya sengaja menata kembali sekolah tersebut agar para siswa merasa nyaman bersekolah disini, sehingga bisa membangun motivasi agar bisa meraih prestasi.

“Dulu kan jumlah siswa disini mencapai 250 orang, sekarang hanya 195, penyebab menurunnya jumlah siswa itu sendiri kan karena faktor keadaan sekolah yang kurang nyaman, bagaimana mereka (siswa-red) mau sekolah disini. Seperti yang kita lihat, kantin yang dulu menggunakan terpal didalam sekolah terlihat kumuh, tapi setelah saya pindahkan dan kita berikan tempat semuanya kan terlihat rapi dan nyamandan asri,”pungkasnya.

Sementara Nurhaida salah satu siswa kelas 3 di SD tersebut mengaku, sebelum diperbaiki pihaknya takut bermain di sekolah ketika jam istirahat melihat kondisi bangunan yang khawatir akan roboh.

“Mau main-main aja takut pak, terkadang sebelum ini direhab menghabiskan waktu istirhat hanya dikelas saja,” akunya.(dee/a1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...