Rano Akui Terima Keluhan Dari Ricky, Adanya Permintaan Dewan Rp10 M

496 views
image

Gubernur Banten Rano Karno, Sekda Banten Ranta Suharta, dan para pejabat lainnya saat memberikan kesaksian pada sidang kasus dugan korupsi Bank Banten

bantenday.com, Serang – Gubernur Banten Rano Karno menghadiri sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam dugaan kasus suap pembentukan Bank Banten, di Pengadilan Negeri Serang. Rano hadir sebagai saksi terkait pendirian Bank Banten, atas terdakwa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Banten Global Development (BGD) selaku perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Banten.

Selain Rano, pihak dalam sidang tersebut juga menghadirkan saksi lainnya, yakni Wakil Ketua DPRD Banten SM Hartono yang juga terdakwa kasus tersebut, Sekda Banten Ranta Soeharta, Plt Sekretaris DPRD Banten Anwar Ma’sud, mantan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Provinsi Banten Wahyu Wardana, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten Muhamad Yanuar, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Sokmowibowo dan Anwar Munajat, terakhir, supir pribadi Hartono, Usman.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 10:19 WIB. Setelah menghadirkan seluruh saksi di ruang persidangan, Hakim Sainal menyumpah seluruh saksi untuk memberikan keterangan sejujur-jujurnya.

Setelah disumpah, Gubernur Banten Rano Karno, menjadi saksi pertama kali yang menjalani persidangan diantara saksi yang dihadirkan. Sedangkan delapan lainnya menunggu di luar sidang. Rano dimintai penjelasan terkait kedudukan Ricky, dalam proses pembentukan Bank Banten.

“Ricky direktur di BGD, BGD itu BUMD Banten. BGD perusahaan yang mendapatkan amanat untuk membentuk Bank Banten,” ujar Rano dalam keterangan saksinya dalam sidang di Pengadilan Negeri Serang, Selasa (22/03/2016).

Rano mengaku pernah mendapat curhatan dari mantan Dirut PT Global Developement, Ricky Tampinongkol terkait adanya permintaan uang sebesar Rp10 Miliar dari dewan untuk memuluskan pembentukan Bank Banten.

“Saya pernah mendapatkan keluhan dari Pak Ricky, dengan adanya permintaan dari dewan yang meminta dianggarkan Rp10 miliar, empat bulan sebulum OTT,” kata Rano.

Mendapatkan keluhan dari anak buahnya, Rano menyarankan agar permintaan tersebut diabaikan untuk tidak dipenuhi. Sebab, permintaan sejumlah uang itu sebagai alasan untuk dapat memuluskan pembentukan Bank Banten, yang sudah tercantum dalam Perda Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sehingga harus direalisasikan sebelum masa jabatan Rano berakhir pada Januari 2017.

“Saya beri arahan jangan di dengar, abaikan saja. Kalau tidak terwujud, gagal saya memimpin, itu kan sesuai dengan Perda,” ujarnya.

Selain melakukan komunikasi dengan Ricky Tampinongkol, Rano mengaku pernah berkomunikasi dengan FL Tri Satya Santosa, terkait adanya penolakan rencana APBD penyertaan modal untuk pembentukan Bank Banten.

“Saudara Sony pernah telepon saya, beliau mensikapi ketua dewan dan sejumlah dewan tidak setuju, pada hari itu juga, disarankan untuk berikan second opinian,” jelasnya.(dee/a1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...