Penanggulangan Bencana Akan Dijadikan Mulok Tahun 2017

1064 views
image

Caption Poto : Kasi Pencegahan dan Mitigasi BPBD Provinsi Banten, Uus Kuswoyo, saat menjadi narasumber pada pelatihan penanggulangan bencana dalam Muatan Lokal (Mulok), pada Kamis (24/03) lalu di Hotel Jayakarta Anyer.(Poto : Dede Suhada)

Serang, bantenday.com – Pentingnya pengetahuan dan pemahaman mengenai kebencanaan bagi siswa SD, SMP, SMA dan sederajat di Banten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memberikan pelatihan kepada para guru, kepala sekolah dan semua yang terlibat dalam dunia pendidikan untuk persiapan memasukan pengetahuan kebencanaan kedalam Muatan Lokal (Mulok).

Nantinya, para siswa akan mendapat bekal pelajaran kebencanaan yang dimasukan dalam Mulok. Hal tersebut mengingat Banten yang memilki tingkat bencana alam yang sangat tinggi, karena memiliki banyak pantai dan dataran tinggi.

“Banten ini termasuk daearah yang memiliki potensi bencana yang sangat tinggi, bukan hanya banjir tahunan saja. Melainkan, tsunami, longsor, gempa bumi dan puting beliung. Mulok, kami nilai merupakan salah satu solusi dari upaya pencegahan kami, ketimbang melengkapi alat, lebih baik melengkapi pengetahuan manusianya,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Mitigasi, BPBD Provinsi Banten, Uus Kuswoyo, saat dihubungi melalui telephon selullernya, Minggu, (27/03).

Uus mengaku, selama ini masyarakat terutama anak-anak hanya mendapat pengetahuan mengenai kebencanaan, dari mulut ke mulut dan sosialisasi pemerintah. Padahal, bencana alam bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, serta bisa menimpa siapapun. Adanya mulok, diharapkan bisa menjadi kemampuan untuk membentengi diri sendiri dari hal tersebut.

“Misalnya banjir, selama ini kita semua tahu banjir karena melihat. Jadi bukan dari pelajaran di sekolah. Yang dipelajari sejak dahulu ialah penyebabnya seperti sampah, namun bagaimana menghadapinya belum pernah dipelajari secara formal,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya butuh waktu lebih dari dua tahun untuk menggodok tentang rencana kebencanaan dijadikan mulok tersebut.

“Yang kami harapkan tentu ke depan, pada generasi muda yang telah dibekali pengetahuan ini lah, yang justru menjadi tim evakuasi dan mampu mengevakuasi dirinya serta lingkungan sekitarnya, ketika bencana terjadi,” katanya.

Uus berjanji, mulok tersebut bakal masuk di tahun ajaran baru, di sejumlah sekolah di Banten, secara bertahap sampai akhirnya menyeluruh.

“Nantinya kita lakukan roadshow, kebeberapa Kabupaten/Kota untuk melakukan pelatihan, agar ketika penanggulan bencana dijadikan mulok, para tenaga pengajar sudah mampu menerapkannya. Materinya bisa diselipkan pada seluruh mata pelajaran yang diberikan,” Pungkasnya.(dee/a1)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...