Pembangunan Jembatan Cidadap Mubazir?

1026 views
image

Jembatan kampung Cibereum Desa Cidadap Kecamatan Curugbitung

bantenday.com, Lebak – Pembangunan jembatan non permanen penghubung dua desa didua wilayah kecamatan yakni Desa Buyut Mekar Kecamatan Maja dan Desa Cidadap di Kecamatan Curugbitung yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak, tahun 2015 disoal.

Pasalnya, perencanaan pembangunan jembatan non permanen tersebut yang dilakukan Dinas Bina Marga (DBM) Pemkab Lebak tidak cermat. Sehingga, pembangunan yang dilakukan menjadi mubajir.

Suhromi, pemerhati pembangunan di Kabupaten Lebak mengatakan, pembangunan jembatan tersebut sejak rampung dibangun belum dapat dirasakan manfaatnya secara optimal oleh masyarakat.

Sebab, jembatan di bangun tanpa akses jalan dan berada di posisi tebing yang tinggi tanpa ada jalan penghubung terusan.

Hal tersebut selain tidak bermanfaat lanjut Suhromi, pembangunannya hanya terkesan memboroskan anggaran daerah, padahal masih banyak wilayah atau desa lain di Kabupaten Lebak yang membutuhkan pembangunan jembatan, baik permanen atau non permanen sebagai sarana penyebrangan.

“Hasil wawancara dengan warga yang berada di lokasi pada saat pertengahan Januari 2016, bahwa jembatan itu jauh dari perkampungan warga karena  merupakan batas desa dan kecamatan. Sangat jarang warga melintas ke lokasi ini terkecuali mempunyai tujuan tertentu misalnya mau pergi ke kebun,”
ujar Suhromi, Kamis 17 Maret 2016

Karenanya, Suhromi pun meminta  Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga dan Kepala Bidang (Kabid) program pada kantor Dinas Bina Marga setempat.

“Masa ada pembangunan jembatan notog bukit dan gundukan tanah yang tinggi, kan dibangun juga untuk dapat dilalui, kalau begitu kondisinya kan mubajir,”paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Irfan, Kepala Bidang (Kabid) Program pada kantor Dinas Bina Marga (DBM) Pemkab Lebak mengatakan, awalnya pembangunan jembatan non permanen tersebut adalah usulan dari hasil Musrenbangdes yang diajukan oleh pihak pemerintah desa setempat dengan profosal usulan kepada Dinas Bina Marga.

“Saat itu pihak desa yang mengajukan profosal untuk membangun di lokasi tersebut, memang tidak ada jalan akses awal dan ujung jembatannya mentok di ujung tanah tebing. Tapi pihak desa saat itu berjanji akan membangun akses jalan terusannya yang dibiayai dari anggaran desa, makanya usulan pembanguan jembatan itu kita realisasikan karena desa mau membangun jalan tembusnya, ” ujar Irfan.

Menurut Irfan, jembatan tersebut dibanguan dengan bentangan panjang lebih kurang 45 meter dengan lebar 1,20 cm.

“Jadi jembatan itu hanya untuk bisa dilalui pejalan kaki dan bukan untuk kendaraan bermotor,”ujarnya (Akmal/a1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...