Lebak Jadi Tuan Rumah Launching GIM dan GP3M

3134 views
image

ist

bantenday.com – Kabupaten Lebak mendapatkan kepercayaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan pencanangan (launching) pelaksanaan program Gerakan Indonesia Membaca (GIM) dan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) tingkat Nasional tahun 2016 yang dilaksanakan di Aula Kampus La-Tansa Mashiro Rangkasbitung.

Launching program GIM dan GP3M secara simbolis di buka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Anies Baswedan didampingi Gubernur Banten, Rano Karno, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya yang dihadiri 30 Kepala Dinas Pedidikan (Kadisdik) Kabupaten/Kota penyelenggara beserta unsur muspida di wilayah setempat, Kamis (31/3/2016).

Pada kesempatan itu, Kemendikbud, Anis Bawesdan dalam sambutannya mengatakan, membaca harus menjadi kebiasaan,baik itu di sekolah, di kampung-kampung dan ditempat-tempat lainnya. Menurutnya, membaca sangatlah penting agar bisa mengetahui bagaimana perkembangan daerah belakangan ini. Selain itu, dengan membiasakan membaca masyarakat bisa mendapatkan beberapa hal yang positif yang mungkin selama ini belum diketahui.

“Dengan mebaca juga bisa melatih mental dan fikiran sehat, serta mampu mengurangi tingkat stress dan  tentunya bisa menambah kosakata, karena banyak kosakata yang kita ketahui atau dimiliki tergantung sebanyak apa kita membaca,” ujarnya.

Pihaknya juga sangat mengapresiasi banyaknya relawan taman bacaan di Lebak. Ia berharap di setiap kampung di Lebak bisa ditambah penyediaan taman baca, agar setiap kalangan masyarakat mulai dari pelosok hingga ke tengah Kota bisa membudayakan membaca.

“Gerakan ini tak bermakna jika besar di peluncurannya tapi tidak dibiasakan dengan membacanya. Mari budayakan Gerakan Indonesia Membaca,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, Kabupaten Lebak akan melaksanakan dengan baik Gerakan Indonesia Membaca, apalagi di Lebak sudah memiliki program “Lebak Pintar menuju Lebak Cerdas 2019”. Menurutnya, di Kabuapaten Lebak saat ini masih menghadapi kendala kekurangan sarana dan prasarana pendidikan mulai dari ruang kelas baru, kualifikasi guru dan ketersedian guru yang belum merata.

“Untuk itu kami memohon kepada pemerintah pusat dan provinsi untuk memperhatikan sektor pendidikan di lebak,” katanya. (adv)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...