Lebah Madu Cingagoler Itu Akan Kembali Terbangkan Wandi Ke Eropa

3114 views
image

Balitbang Prov

Lebak – Pendiri Komunitas Madu Cingagoler (Macing) Desa Penyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, Wandi S. Asayid akan kembali terbang ke Eropa. Ini adalah untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya Ia memenuhi undangan kegiatan Salone Internazionale Del Gusto, di Kota Turin, Italia 22-27 Oktober tahun lalu.

” Rencananya September mendatang akan ke Italy lagi, Insya Allah.” kata Wandi, Senin 21 Maret 2016.

Kata dia, kegiatan Salone del Gusto seblumnya merupakan acara pameran yang didedikasikan Slow Food untuk dunia makanan. Slow Food sendiri adalah sebuah organisasi non profit dan bergerak dari akar rumput global dengan pendukung di 150 negara didirikannya pada 1986 oleh Carlo Petrini di Italia.

Kegiatan ini juga merupakan kampanye untuk melawan makanan cepat saji atau fast food. Digantikan dengan makanan yang lebih alami tampa negandung bahan kimia. Tentu saja Slow Fiood Karena sebagai upaya melawan efek buruk makanan cepat saji terus menguat.

Masih kata Wandi, Slow Food sendiri pada intinya mendahulukan jenis menu tradisional yang terbebas dari segala bentuk olahan dan proses terhadap bahan makanan yang berakhir tidak menyehatkan. Dimulai dari cara bercocok tanam, merawat tanaman pangan, melindungi tanaman budi daya yang nyaris punah, meningkatkan keanekaragaman hayati, hingga memanfaatkan budi daya alam lokal yang serba menyehatkan.

Mengenai Komunitas Madu Cingagoler yang berdiri tahun 2000 silam ini meerupakan pengrajin produksi Madu Lebah lokal asli Indonesia. Oleh warga setempat lebah madu lokal itu dinamakan  nyiruan.

Sudah lumrah lebah madu terutama pepes anak lebah dimanfaatkan warga setempat untuk dijadikan lauk pauk dan disantap dengan nasi, dengan cara dipepes. Karena memang anak lebah lezat untuk dijadikan lauk pauk, belum diolah mejadi madu. Lebah yang tersebar di hutan, oleh masyarakat setempat dipancing ke dalam tempat yang dinamakan parungpung.

Ketika lebah di hutan/semak sudah masuk ke dalam parungpung dengan menggunakan teknik dan cara tertentu akhirnya koloni atau sarang tersebut di bawa ke sekitar rumah-rumah penduduk.

“Anak -anak muda mulai ertarik membudidayakan lebah tersebut untuk memproduksi madunya.” katanya.

image

ist

Wandi menerangkan, panen produksi madu ini sangat dipengaruhi oleh musim serta kestabilan lingkungan. Apabila lingkungan tercemari akan mempengaruhi tanaman yang menjadi makanan lebah. Sehingga jika tanaman tercemari, maka madu yang dihasilkan juga jelek.

Mengenai manfaat madu untuk kesehatan sudah tidak perlu diragukan lagi. Sejak dulu, madu lebah memang dikenal sebagai makanan yang berkhasiat bagi kesehatan.

Madu yang merupakan hasil dari lebah bisa dikonsumsi langsung atau dicampur dengan bahan makanan lain. Bisa juga dibuat minuman, misalnya dengan mencampurkan madu dengan air hangat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa campuran madu dan air hangat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Seperti dilansir laman Boldsky
Kasiat madu, diantaranya atasi batuk
menurunkan berat badan, gerakan usus, meningkatkan energi tubuh,
kesehatan kulit, mengingkatkan sistem tubuh, meningkatkan metabolisme tubuh, mencegah dehidrasi dan baik untuk pencernaan. (dbs/a1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...