Kejari Dalami Kasus Pemotongan Gaji Pegawai BPPKB Lebak

3794 views
image

Kejari Rangkasbitung, Rini Hartatie (poto/akmal)

bantenday.com, Rangkasbitung – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Rangkasbitung terus mendalami kasus dugaan korupsi setoran gaji pegawai sebesar 10 persen di lingkungan kantor Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (BPPKB) Lebak. Dalam sepekan terakhir, penyidik fokus memintai keterangan sejumlah saksi, diantaranya Sekretaris Daerah (Sekda), Dede Jaelani.

Kepala Kejaksaan setempat, Rini Hartatie mengatakan, kasus dugaan korupsi pemotongan dana pegawai sebesar 10 persen di BPPKB masih terus di dalaminya. Selama proses pendalaman, selain sedang memintai keterangan dari sejumlah pihak, pihaknya juga mengumpulkan beberapa alat bukti sebagai bahan pendalaman dalam proses ini berupa dokumen yang diperlukan.

 “Mereka yang sudah kami mintai keterangan, salah satunya Sekda Dede Jaelani. Ia kami mintai keterangan sudah yang ke dua kalinya dan pemeriksaan yang ke dua ini kami juga meminta dokumen yang berkaitan dengan materi yang kami pertanyakan,” kata Rini, Selasa 15 maret 2017

Ditanya soal kaitan pemanggilan Sekda atas kasus tersebut. Ia menjelaskan, maksud pihaknya memintai keterangan terhadap Sekda untuk meminta penjelasan atas keterkaitan persoalan ini. Terlebih, Sekda ikut disebut-sebut dalam forum yang di sampaikan oleh mantan bupati Lebak Mulyadi Jayabaya (JB).

“Kan Sekda disebut-sebut juga sama JB ketika itu. Makannya, kami perlu meminta penjelasan, apa ada kaitannya atau tidak atas persoalan itu. Yang jelas kita akan terus full up kasus ini, kita tinggal lihat saja bagaimana hasilnya,” katanya.

Diketahui, Kejari Rangkasbitung akan menyelidiki dugaan pemotongan hak pegawai sebesar 10 persen yang terjadi di kantor BP2KB Lebak. Adanya dugaan pemotongan merupakan tindak lanjut atas pernyataan mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya saat memberikan sambutan pada kegiatan Launching Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT-PBB) yang digelar Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Arsip Daerah (DPPKAD) di Gedung Latansa Mashiro, Kamis (18/2/2016) lalu. (HZ/a1)

 

 

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...