Gubernur Minta Damkar Tingkatkan Pengawasan

3653 views
image

Gubernur Banten Rano Karno, saat memberikan sambutan pada upacara peringatan peringatan Hari Jadi Damkar ke 97 dan Siaga Hari Sadar Bencana

Bantenday.com, Lebak – Dalam peringatan hari jadi Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-97 dan Siaga Hari Sadar Bencana, Gubernur Banten Rano Karno, mengharapkan agar institusi pemadam kebakaran berperan aktif melakukan pengawasan.

Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, perkembangan pembangunan di Indonesia khsuusnya di Provinsi Banten semakin pesat sampai pelosok daerah. Oleh karena itu kata Gubernur,  institusi pemadam kebakaran harus berperan aktif mengawal pembangunan dan melakukan pengawasan terhadap akses dan perlindungan di setiap bangunan serta pemanfaatan tata ruang.

 “Damkar hadir sebagai wujud perlindungan terhadap bahaya kebakaran. Damkar bukan sekedar siaga sebagai penjaga dari kebakaran tetapi harus terlibat dalam hal l dan pengawasan sesuai dengan fungsinya,” kata Gubernur saat memberikan sambutan pada upacara peringatan Hari Jadi Damkar ke 97 dan Siaga Hari Sadar Bencana, di Alun-alun barat Kota Serang, Senin, (04/04).

Pada kesempatan itu, Gubernur Banten menyampaikan 5 (lima) arah kebijakan dan strategi penguatan kapasitas Pemda dalam upaya pengurangan resiko kebakaran, yaitu Pertama, penguatan kerangka regulasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Kedua, penguatan institusi damkar dalam penerapan pencapaian target standar pelayanan minimal yang terakomodir dalam perencanaan dan anggaran pembangunan. Ketiga, peran serta perguruan tinggi, LSM, dunia usaha dan organisasi mitra pemerintah pemerhati kebakaran. Keempat, pemberdayaan komunitas masyarakat dalam pengurangan resiko kebarakan. Kelima, pentingnya penetapan protap koordinasi waktu tanggap kebakaran dan S.O.P pencegahan dan penanggulangan  kebakaran.

“Saya ingin mengingatkan kembali, marilah kita tingkatkan semangat dan kinerja para pihak dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran,” pesannya.

Gubernur menuturkan, berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev), sebagian besar institusi pemadam kebakaran di Kabupaten/Kota kondisinya masih memprihatinkan. Kondisi itu antara lain jumlah SDM, kompetensi aparatur, dan sarana prasarana yang kurang memadai atau jauh dibawah standar, sehingga tidak optimal dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebarakan.

“Saya harapkan kepada kepala daerah selaku penanggung jawab utama dapat melakukan peningkatan kapasitas institusi pemadam kebarakan,” pintanya.

Ia pun meminta kepada pemerintah daerah mengupayakan pembenahan institusi pemadam kebakaran, baik dari sumber daya manusia maupun peralatannya. Tugas pemadam kebakaran antara lain meliputi pemadaman kebakaran di pasar, permukiman penduduk, dan hutan. Tugas pemadam kebakaran pantang pulang sebelum api padam meskipun nyawa taruhannya.(dee/a1)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...