Gara – Gara Tidak Pajang Poto Wabup Lebak, Camat Tuai Kecaman

1405 views
image

Salah satu sudut ruangan kerja camat Leuwidamar (poto/kiki)

bantenday.com, Lebak – Camat Leuwidamar Kabupaten Lebak sontak mendapat kecaman, lantaran tidak memajang poto wakil bupati Lebak, Ade Sumardi, dikantor kecamatan setempat.

Berdasarkan survei Pemudi di 28  Kecamatan yang ada di Lebak Banten, terbukti hanya satu kecamatan yang tidak memasang photo dinding sang wakil bupati Lebak tersebut, hingga Rabu 30 Maret 2016.

Hal ini membuat spekulasi sejumlah pihak tentang alasan hanya memajang poto bupati Lebak saja. Bahkan ada yang menuding camat Leuwidamar tidak mengakui wakil bupati Lebak, sehingga didalam ruang kerja camat hanya terpampang satu poto bupati saja.

Sekjen KNPI Lebak Mohamad Hudri kepada bantenday.com mengatakan penegak Perda serta jajaran Setda Lebak harus segera mengevaluasi kinerja camat Leuwidamar tersebut.

Pasalnya kata Hudri, camat dimaksud sudah tidak mencerminkan sebagai pimpinan wilayah yang memiliki dedikasi dan tidak memiliki loyalitas terhadap pimpinannya.

” Ini soal etika  dan kesantunan dalam birokrasi, selaku pengerak roda pemerintahan dikabupaten Lebak. Bila perlu camat Leuwidamar harus diberikan sangsi agar dapat memberikan contoh yang baik pada warga  Lebak.” kata Hudri.

Saniah, Aktivis Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala) mengutuk keras bagi siapa saja terutama seorang pejabat yang tidak menghargai seorang pimpinannya sendiri.

” itu baru contoh kecil dalam pemerintahan yang sudah tidak mencerminkan perbuatan yang mendidik terhadap jajarannya dan  sungguh hal itu memalukan. Belum lagu  soal kebijakan dan kinerja camat.” ungkapnya.

Kata dia, hendaknya semua camat di evaluasi kinerjanya, jika tidak bisa bekerja dan tidak memahami tupoksi sebagai kepanjangan tangan bupati, seharusnya dicopot.

” Saya kira masih banyak PNS yang punya kinerja yang baik, dan layak jadi camat, jadi jangan atas kedekatan dan atas like and dislike dijadikan camat, tanpa melihat kemampuan dan kualitasnya,sehingga ya begini, hal kecil saja terabaikan, apalagi masalah besar.” katanya.

Dijelaskannya seorang camat sebagai kepanjangan tangan bupati, tentu harus paham tugas dan fungsinya, serta miliki jiwa pemimpin karena harus bersentuhan dengan kepala desa.

” Jika camat tidak capap dan tidak mengikuti aturan sebaiknya buang saja, karena akan memunculkan konflik dimasyarakat.” tukasnya.(kiki/a1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...