Angka Kematian Ibu dan Bayi Di Lebak Masih Tinggi

2911 views
image

ilustrasi ibu dan bayi/net

bantenday.com, Lebak – Meskipun terjadi penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di kabupaten Lebak, namun penurunan itu tidak signifikan. Sebab itu Dinas Kesehatan setempat, terus melakukan upaya salah melakukan sosialisasi secara masif, hingga tingkat desa.

Kepala Dinas Kesehatan setempat, Maman Sukirman mengatakan setiap tahunnya AKI dan AKB terjadi penurunan meski penurunan itu tidak sesuai harapan. Kata dia pda tahun 2015 jumlah kematian Ibu mencapai 43 kasus ( konversi 179/100.000 KH), hal tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan pada tahun 2014 yang mencapai 47 kasus (201/100/000 KH). Demikian juga dengan kematian bayi mengalami penurunan dari 490 kasus (konversi 21,82/1000 KH ) pada tahun 2014 kini menjadi 476 kasus (konversi 19/1000 KH) pada tahun 2015.

“Memang ada penurunan jumlah kematian ibu dan bayi, akan tetapi jumlah tersebut belum sesuai dengan yang diharapkan. Sebab itu terus berupaya maksimal agar kematian ibu dan bayi mengalami penurunan secara signifikan,” ungkap Maman, Selasa 29/03/2016.

Diakui Maman, upaya konkrit sebetulnya sudah dilakukan Dinkes Lebak,  diantranya mengadakannworkshop percepatan penurunan AKI dan AKB belum lama ini Aula Hotel Mutiara.

“Jika masyarakat dan pemerintah terus bekerjasama tidak sangat mungkinbangka kematian ibu dan bayi di Lebak dapat menurun signifikan, maka dari itu, saya berharap pemerintahan Kecamatan, Desa, dan masyarakat lainnya untuk terus berkootdinasi dengan petugas kesehatan yang berada di wilayah masing – masing baik yang dalam kondisi hamil maupun pasca hamil. Namun saya juga menekankan kepada petugas untuk terus mengontrol soal tersebut langsung kerumah warga untuk mengetahui kondisinya,” jelasnya.

Ditempat terpisah Asisten daerah (Asda) IV Pemda Lebak Tajudin Yamin menyatakan, pemerintah saat ini terus melakukan upaya untuk meminimalisir angka kematian ibu dan nayi.

“Terbukti dengan 64 persen masyarakat Lebak sudah memiliki Jaminan Kesehatan Miskin (JKM), artinya mereka yang sudah memiliki JKM sudah tidak lagi mengeluhkan kondisi pembiayaan untuk berobat karena itu semua sudah dibiayai oleh pemerintah,” katanya.(dee/a1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...