88 Warga Meninggal Dunia Akibat Terjangkit HIV AIDS

442 views

bantenday.com-  Sedikitnya 171 orang warga Kabupaten Lebak, Banten terdeteksi terjangkit human immunodeficiency virus dan acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) sepanjang tahun 2000 hingga 2015 kemarin. 

Penderita yang terjangkit virus tersebut, kebanyakan pasangan suami istri dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 88 orang.

Kepala Bidang  Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Lebak, Dr Firman mengatakan, kasus penderita HIV/AIDS di Lebak dari tahun 2000 hingga 2015 kemarin tercatat mencapai 171 kasus, dengan kasus meninggal dunia sebanyak 88 orang. Mereka yang terkena dan terdeteksi terjangkit HIV/AIDS kebanyakan pasangan suami istri.

“ Jumlah itu yang sudah terdeteksi, tapi jumlah sebenarnya kami prediksi lebih banyak bisa mencapi seribu orang lebih, sebab kasus ini seperti fenomena gunung es,  mereka yang terdeteksi terjangkit HIV/AIDS kebanyakan merupakan suami istri, termasuk anak-anak usia bayi ada juga yang terjangkit penyakit tersebut.

Penularan terjadi dari orang tuannya atau ibu yang saat itu mengandung anaknya dalam keadaan sudah terjangkit  penyakit tersebut,” kata Firman, kemarin

Kata dia penderita HIV/AIDS diketahui dengan cara tidak disengaja, yaitu ketika mereka berobat ke rumah sakit karena mengalami penyakit lainnya yang tak kunjung sembuh. Setelah dilakukan serangkaian test, barulah diketahui ditubuh orang tersebut terdeteksi penyakit atau virus HIV/AIDS.

“Mereka yang terjangkit HIV/AIDS tidak menyadari jika ditubuhnya  terdapat virus tersebut. Virus baru terdeteksi setelah orang yang bersangkutan berobat karena mengalami penyakit lainnya yang tak kunjung sembuh,” katanya.

Dijelaskan, virus tersebut menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang yang terjangkit. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Sementara, penularannya bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain melalui hubungan seks tanpa bebas atau berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom, melalui alat suntik yang tak steril atau bekas  dengan orang yang positif mengidap HIV terutama di kalangan pengguna narkotika suntik dan melalui transfusi darah atau produk darah yang sudah tercemar HIV.

“Prilaku seks bebas sangat rentan terjangkit HIV/AIDS, sehingga gaya hidup semacam itu harus dihindari,” katanya.

Upaya penanggulangan terhadap warga yang terjangkit HIV/AIDS terus dilakukan, yaitu dengan cara memberikan perawatan melalui obat-obatan yang sudah disediakan secara gratis. Hanya saja obat tersebut sifatnya bukan untuk menyembuhkan, melainkan hanya sebatas untuk memperlambat perkembangan penyakitnya saja. Sementar virus nya tidak bisa dihilangkan.

“Pengobatan itu hanya sebatas menjaga kekebalan tubuh untuk memperlambat perkembangan penyakit atau virusnya saja, bukan untuk mengobati. Akan tetapi, dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya,” tukasnya.(HZ/A1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...