Zakat Fitrah

196 views

BANTENDAY.com – Zakat Fitrah adalah zakat untuk badan, jiwa. Karena itu disebut zakat fitrah yang artinya zakat untuk asal penciptaan. Istilah yang lebih tepat, dan yang disebutkan dalam hadis adalah zakat fitri. Karena zakat ini dikeluarkan saat waktu fitri, yaitu masyarakat tidak lagi berpuasa.

Zakat fitrah secara istilah adalah, zakat yang wajib ditunaikan setelah menyelesaikan ramadhan. Sebagai pembersih bagi orang yang puasa dari segala perbuatan sia-sia dan ucapan jorok.

Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas seorang muslim,ecil atau besar, lelaki atau perempuan, budak atau merdeka (sabiq 1993;126).

Niat Zakt Fitrah, adalah amalan hati, karena itu, ulama sepakat tidak boleh melafalkan niat. melafalkan niat, sama sekali tidak pernah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat.

Inti niat adalah keinginan untuk melakukan ibadah tersebut karena Allah. Seseorang dianggap telah memiliki niat zakat fitrah, ketika dia sudah memiliki keinginan untuk menyerahkan sejumlah beras sebagai zakat fitrah, ikhlas karena Allah.

Tiga Syarat Wajib Zakat Fitrah :

1) Islam.

Zakat ini wajib bagi setiap kaum muslimin: orang merdeka maupun budak, laki-laki maupun wanita, anak maupun dewasa.

Berdasarkan hadis Ibn Umar: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah, kepada setiap budak atau orang merdeka, laki-laki atau wanita, anak maupun dewasa, dari kalangan kaum muslimin.(HR. Bukhari).

2) Memiliki bahan makanan lebih dari satu sha’ untuk kebutuhan dirinya dan keluarganya, selama sehari semalam ketika hari raya

3) Telah masuk waktu wajibnya pembayaran zakat, yaitu ketika terbenamnya matahari di hari puasa terakhir, menjelang tanggal satu syawal. Berdasarkan hadis Ibn Umar, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri setelah ramadhan(HR. Bukhari).

Orang yang meninggal sebelum terbenamnnya matahari di hari terakhir Ramadhan, dia tidak wajib zakat. Demikian pula bayi yang dilahirkan setelah terbenamnya matahari di hari terakhir ramadhan, juga tidak wajib zakat.
2. Jenis Barang zakat Fitrah dan Jumlahnya

Barang yang wajib dizakatkan adalah kurma, gandum, atau jenis makanan pokok suatu daerah dan boleh dibayar dengan uang. [an nuri 1995:502].

Dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum.(HR. Bukhari)

Dari Abu Said Al Khudri radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Kami mengeluarkan zakat fitrah pada hari raya dengan satu sha’ makanan.( HR. Bukhari & Muslim)

Untuk muslim Indonesia umumnya dengan beras sebanyak 3,1 liter atau 2,5 kg. Atau bisa diganti dengan uang senilai 3,1 liter atau 2,5 kg makanan pokok(beras) yang harus dibayarkan. 
3. Waktu Membayar Zakat fitrah

Menurut imam syafa’i boleh mengeluarkan zakat sejak permulaan bulan Ramadhan, sedangkan menurut imam Malik dan Ahmad; boleh mengeluakan zakat fitrah sejak sehari atau dua hari sebelum hari raya idul fitri.
Ibn Umar radliallahu ‘anhu, bahwa beliau membayar zakat fitrah kepada panitia penerima zakat fitrah. Mereka (para sahabat) menyerahkan zakat fitrah sehari atau dua hari sebelum hari raya. (HR. Bukhari secara muallaq, keterangan hadis no. 1511).

Waktu wajib membayar zakat fitrah adalah ketika terbenam matahari pada malam Idul Fitri. Adapun beberapa waktu dan hukum membayar zakat fitrah pada waktu itu adalah :

a. Waktu mubah, yaitu awal bulan Ramadhan sampai hari penghabisan Ramadhan.

b. Waktu wajib, yaitu mulai terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan.

c. Waktu sunah, yaitu sesudah sholat subuh sebelum sholat Idul Fitri.

d. Waktu makruh, yaitu sesudah sholat Idul Fitri tetapi sebelum terbenam matahari pada hari raya Idul Fitri.

e. Waktu haram, yaitu sesudah terbenam matahari pada hari raya Idul Fitri.

Apabila terlambat membayar zakat sesudah sampai tahunnya dan harta itu sudah di tangannya, yang menerima zakat pun sudah ada. Maka jika benda itu hilang, ia wajib mengganti zakatnya itu karena kelalaiannya.
4. Orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah
Allah telah menetapkan siapa-siapa ang berhak menerima zakat fitrah dan zakat mall. Sebagaimana firmannya;

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(QS.At-Taubah:60).

Dalam ayat diatas, terdapat delapan golongan yang berhak menerima zakat tetapi untuk zakat fitrah haruslah diutamakan untuk fakir miskin.
1) Orang fakir: yaitu tidak mempunyai mata pencaharian tetap dan tidak ada yang menanggung kebutuhan hidup sehari-harinya.
2) Orang miskin: mempunyai mata pencaharian tetapi penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
3) Amil: yang mengurusi zakat, mulai dari pengumpulan sampai dengan pembagian kepada yang berhak.
4) Hamba Sahaya: orang yang menjadi budak dan dapat diperjualbelikan.
5) Fi Sabilillah: yang memperjuangkan agama Islam. 
6) Muallaf :

-Orang yang baru masuk Islam dan imannya belum teguh.

– Orang Islam yang berpengaruh dalam kaumnya.

– Orang Islam yang berpengaruh terhadap kafir.

– Orang yang menolak atau menangani kejahatan orang yang anti zakat.

7) Orang yang berhutang :

– Orang yang berhutang karena mendamaikan dua orang yang berselisih.

– Orang yang berhutang untuk kepentingan dirinya yang dibolehkan.

Orang yang berhutang karena menjamin utang orang lain, sedangkan dia dan orang yang dijamin tidak mampu membayar.

8) Ibnu Sabil atau musafir : orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat.

(Dari berbagai sumber)