Warga Papua Cari Besi PT Freeport di Tangerang

6290 views

Puluhan warga Papua saat berada di Tangerang ( bantenday.com)


TANGERANG, BANTENDAY.com – Puluhan warga perwakilan dari beberapa suku di Timika, Papua, mendatangi PT Union foods. Di jalan Gatot subroto Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten.  Diduga, pabrik tersebut menyimpan limbah besi tua milik PT Freeport, yang selama ini di cari warga papua selama belasan tahun.

Kedatangan puluhan warga Papua itu didamping oleh Sekertariat Kabinet  tersebut, untuk memindahkan mesin yang ada di PT Unionfood kelokasi yang netral di daerah bekasi untuk kepentingan verifikasi atas kepemilikan mesin yang ada di PT tersebut.
 

Dalam pengambilan  dan pengangkutan barang besi tua tersebut itu menggunakan tiga unit mobil kontener dengan nopol A 0589 US, A9598 US, B 9999 Js dan dtu unit crane nopol 9054 UIA,
 
 
“Tujuan kami datang ke pabrik tersebut dikarenakan PT freeport punya masalah yang menimbulkan perang antara warga di timika papua, sekarang dimana itu masalahnya kami kejar sampai ke Jakarta, ada sembilan provinsi besi tua dari freeport akan kami bawa kembali ke papua, ” ungkap warga Papua, Negro Kokoya, Selasa (3/10/2016)
 

Kata dia, perwakilan warga dari suku Moni di Papua terutama di Timika selama ini besi tua yang di hibahkan PT Freeport kepada masyarakat tujuh suku di Timika untuk mensejahterakan ekonomi keluarga tetapi selama ini hilang terus, masyarakat itu tidak bisa berkembang secara perekonomian akhirnya meraka perang, ternyata ada pihak ketiga yang bermain seperti di pabrik ini yang secara ilegal membawa limbah atau besi dari PT Freeport.
 
 
Ketua lembaga masyarakat adat Papua mengatakan,  PT Freeport sudah menghibahkan besi tua kepada rakyat Papua alasanya karena mereka tidak bisa mengelola emas.

“Namun PT Freeport tidak bertanggung jawab, memberikan limbah tetapi mereka tidak bantu tidak membuat program bina ekonomi desa kepada rakyat Papua, sebagai pemilik gunung pemilik batu pemilik emas, Freeport seakan-akan membuat liang terbesar di dunia di pulau Papua, ” katanya.
 

Hingga saat ini warga Papua, masih mencari keberadaan besi tua milik PT Freeport yang di duga di sembunyikan pengusaha di sembilan provinsi yang tersebar di Indonesia.
 
 
Rencananya, limbah besi tua yang sudah di temukan warga Papua, akan di kumpulkan di daerah Bekasi, yang selanjutnya akan di bawa kembali ke Papua dan akan menyerahkan seluruh limbah besi tersebut kepada seluruh warga tujuh suku di Timika Papua.

 

Sementara Yudhi Angko Wijaya pihak legal perusahaan mengatakan pihak Perusahaan Tidak Mengizinkan narang milik perisaahaan dibawa sekolompok warga Papua, karena yang di bawah oleh pihak terkait itu bukannya milik warga Papua.

“Apa yang di tuduhkan ke perusahaan kami. Di dalam spek atau surat perintah tersebut tidak ada barang milik eks Freepot. Yang di bawah itu milik kami besi tua jenis turbin senilai lebih dari satu miliar yang  dibeli dari China pada tahun 2010,” katanya.

Kata dia, pihak perusahaan sangat Menyayangkan Kepihak Sekertaris Kabinet Republik  Indonesia dan pihak kepolisian yang mendampingi kelompok Suku Papua tersebut, dengan cara seperti itu mereka mengangkut mesin turbin milik PT. Unionfood, mereka itu salah alamat diperusahaan kami tidak adamesi scaap milik freepot. Pihak perusahaanakan melaporkan atas kejadian tersebut kepihak kepolisian. ( Gus/ A5)
 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...