Terkait Adanya Dugaan Pungli Porkab II Lebak Ketua Paguyuban Camat Bungkam

486 views

 

LEBAK, BANTENDAY.com – Ketua Paguyuban Camat Lebak, Sehabudin, hingga saat ini masih enggan memberikan penjelasan terkait adannya dugaan pungutan liar (Pungli)  oleh kecamatan terhadap desa sebesar Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta dalam pelaksanaan Pekan olahraga kabupaten (Porkab) II Lebak. Hal tersebut lantas semakin menimbulkan pertanyaan akan adannya ketidak beresan dalam pelaksanaan Porkab tersebut.

 

“ Maaf saya tidak bisa memberikan penjelasan, silahkan saja tanya ke setiap kecamatan,” kata Camat Warunggunung tersebut saat dihubungi melalui sambungan telpon, Jumat (28/7/2017).
Menanggapi hal tersebut, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lebak, Nurul Huda mengatakan, sangat tidak relevan jiika Ketua Paguyuban Camat tidak mengetahui hal tersebut. Sebab, sumbangan atau iuran yang ditarik dari desa dilakukan oleh pihak kecamatan, sehingga pastinya pihak kecamatan mengetahui hal tersebut.

“ Nggak mungkin camat atau Ketua Paguyuban tidak tahu. Jika pun benar tidak tahu, Ketua Paguyuban harus segera menelusuri siapa oknum yang meminta iuran ke tiap desa tersebut, jangan sampai dibiarkan begitu saja, karena ini sudah masuk dalam pungli,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan aktivis lainnya, Ade PK. Menurut dia, persoalan ini harus segera ditindaklanjuti. Sebab, kuat dugaan jika penarikan iuran terhadap desa dan juga sekolah di Lebak untuk kegiatan Porkab ini pastinya diketahui oleh pihak panitia Porkab maupun Kecamatan.

“ Sangat disayangkan, kenapa hal semacam itu bisa terjadi. Terlebih, dalam pelaksanaan Porkab juga diduga telah terjadi pungutan liar terahadap desa dan sekolah. Persoalan ini harus segera tindak,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, penyelenggaraan Porkab II Kabupaten Lebak, menuai kritik dari sejumlah kalangan. Sebab, Porkab yang berlangsung sejak 24 hingga 29 Juli 2017 bertempat di stadion Ona Rangkasbitung tersebut, diduga dimanfaatkan oleh segelintir oknum dengan menarik  dana partisipasi dari setiap sekolah maupun desa untuk kegiatan tersebut.

Kepala dinas pemuda dan olahraga (Dispora) setempat, Uus Sutisna membantah, jika panitia meminta iuran untuk partisifasi dari setiap desa mapun sekolah untuk kegiatan Porkab. Jika pun itu terjadi, mungkin kecamatan sebagai kepanjangan dari desa, sementara pihak panitia tidak ada kaitannya dengan pihak panitia mengenai masalah itu.

 

“Dari panitia nggak ada yang meminta iuran ke desa, karena Porkab sudah ada anggarannya. Kalau dari kecamatan minta ke desa, bukan urusan kita itu mah,” ujarnya. (LNH) 

 

  • Penulis : Bantenday
  • Editor   : Bantenday
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...