Soal Perputaran Uang di Dermaga PT Cemindo, Kolaqi : Itu Upah Untuk Pekerja, Bukan Jatah Preman!

941 views

Dermaga bongkar muat Bayah ( bantenday.com)

LEBAK,BANTENDAY.com-Ketua Koperasi  Laut Qidul (Kolaqi), Eko Priyono

menegaskan  dana yang diterima dari Perusahaan Bongkar Muat (PBM) ke
Kolaqi merupakan upah bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang
bekerja di pelabuhan atau Dermaga milik perusahaan semen PT Cemindo di
Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Penegasan itu disampaikan
menyusul beredarnya isu tentang perputaran uang ratusan juta rupiah di
kawasan pelabuhan yang sempat dipertanyakan sejumlah elemen
masyarakat.

“Dana yang selama ini kami terima dari PBM itu uang resmi. Uang itu
untuk para pekerja, jadi tidak benar jika uang itu disebut uang tidak
jelas peruntukannya sebagaimana yang dituduhkan beberapa pihak kepada
kami,” kata Priyanto kepada sejumlah wartawan, Minggu (24/7/2016).

Ia menjelaskan, PBM merupakan pengguna jasa pekerja bongkar muat di
pelabuhan dan Kolaqi bertindak sebagai pengelola TKBM-nya. Besaran
nilai uang yang diterimannya dari PBM untuk ongkos atau upah bongkar
muat barang di dermaga juga sudah berdasarkan kesepakatan antara
pengguna jasa dan pengelola jasa, dengan mengikuti aturan yang telah
ditetapkan oleh pemerintah.

“Soal berapa nilai upahnya, ya variatif tergantung jenis barang dan
pekerjaan yang telah disepakati, kisaran Rp 5.000 bahkan lebih,”
ujarnya.

Menurutnya, upah kerja yang ditetapkan juga sudah sesuai dengan
Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur tentang pengelolaan bongkar
muat. Sehingga, jika uang yang di terima nya tidak jelas, apalagi
disebut jatah preman karena semua dana yang dikelola termasuk upah
pekerja sudah mengacu pada aturan yang berlaku.

“Kalau tidak masuk Kas atau PAD itu itu sudah ada aturan ya, karena
pengelolaan ke pelabuhanan masih mengacu ke pemerintah pusat. Ya, saya
sih mendukung kalau perputaran uang didermaga ini masuk ke kas daerah.
Tetapi, harus dibuatkan dulu regulasinya,” bebernya.

Terkait dengan ke tenaga kerjaan, lanjut dia, pihaknya sudah
melaksanakan ketentuan dan aturan ke tenaga kerjaan seperti jaminan
sosial, kecelakaan kerja dan ketentuan lainya. Selain itu, pihaknya
juga setiap pekan selalu menyalurkan bantuan sosial kepada lingkungan.

“Perlu juga diketahui, saat ini jumlah tenaga kerja di TKBM Kolaqi
sudah mencapai sekira 250 orang. hampir 90 persen nelayan dan sisanya
dari masyarakat non nelayan,” ucapnya. (Anton C/A2)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...