Salut Buat Laki-Laki Tanpa Kaki Korban Tabrak Kereta Api Ini

1751 views
image

Nampak Muksin saat membuat kerajinan tangan anyaman bambu, untuk menafkahi keluarganya

Bantenday.com, LEBAK,-  Semangatnya dalam menjalankan hidup menjadikan inspirasi bagi orang lain,  meski tidak seperti orang kebanyakan, Muksin (47) yang kondisinya tanpa kedua kaki akibat tertabrak Kereta Api di Pasir Kaloncing, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, pada tahun 1999 lalu. Bapak dua orang anak dari pasangan Samsiah (45) warga Kampung Panancangan talun, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten. Ditengah kekurangan fisiknya itu ia tetap sabar menafkahi istri dan anaknya dengan t tidak meminta-minta melainkan berusaha dengan menjual hasil dari kerajinan anyaman bambu yang dibuatnya.

Beberapa hasil kerajinan anyaman bambu seperti kipas, tampah dan kukusan dari bambu masih belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhannya termasuk biaya sekolah anaknya di Madrasah Aliyah (MA) swasta. Penghasilan dari kerajinan anyaman pun hanya bisa dinikmati dalam kurun waktu satu bulan sekali.

“Paling dalam satu bulan hanya menghasilkan Rp200 ribu, itupun kalau bambu untuk membuat kerajinannya ada. Karena untuk mendapatkan bambu pun saya harus membeli, kadang hasil dari penjualan langsung habis untuk makan sehari-hari, untuk biaya sekolah anak saja sekarang masih nunggak. Beruntung anak saya yang pertama sudah berkelurga dan tidak tinggal bersama,” kata Muksin lirih, saat ditemui wartawan dikediamannya, Kamis (14/04/2016).

 Dikatakan Muksin, dirinya sudah delapan tahun membuat kerajinan anyaman bambu karena hanya keahlian tersebut yang dimiliknya untuk menafkahi hidup, kadang dibantu oleh istrinya sebagai buruh tani yang dibayar dengan hasil panen.               

“Mau bagaimana lagi, nasib saya sudah seperti ini. Untuk menjual hasil kerajinan juga istri saya yang menjualnya berkeliling, kalau kaki saya masih utuh sih saya sendiri yang menjajakannya,” ucapnya.

Menurut Muksin, setelah kecelakaan yang membuat kedua kakinya tidak utuh lagi, dirinya hanya pernah mendapatkan bantuan sekali dari pihak Kereta Api itupun hanya untuk biaya rumah sakit.

“Hanya pernah sekali saya mendapat bantuan dari pihak Kereta Api, itupun untuk biaya rumah sakit katanya sih asuransi. Kalau dari pemerintah daerah sendiri belum pernah mendapatkan bantuan, ya kalau diberi bantuan saya terima apapun bentuknya,” pungkasnya. (d suhada/ a1).

 

  

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...