Rumah Penjual Rujak di Lebak, Nyaris Ambruk

2277 views

Eci (77) ibu dari Suhaemi (51) saat berada dirumahnya yang nyaris ambruk.

LEBAK,BANTENDAY.com-Tidak tersentuh program bantuan baik dari pemerintah daerah, Provinsi mapun pusat, Suhaemi (51) warga Kampung Muncang, Desa Muncang, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, yang lumpuh sejak Sekolah Dasar (SD) akibat penyakit panas yang dideritanya, bertahan hidup dengan berjualan rujak dikediamannya untuk menghidupi ibunya yang renta dan anaknya yang mengalami disabilitas.

            Saat ditemui wartawan dikediamannya, Suhaemi (51) mengaku selama dirinya menggantikan Eci (77) ibunya berjualan rujak yang saat ini sudah renta tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

            “ Untuk menghidupi ibu dan anak saya, dari hasil berjualan rujak yang tidak seberapa. Yang penting bisa makan saja pak,” kata Suhaemi dikediamannya, Senin (17/10/2016).

            Menurut Suhaemi, selama ini bantuan dari pemerintah yang telah diterimanya hanyalah Beras Keluarga Miskin (Raskin) saja dari desa.

            “ Hanya raskin saja yang saya terima, untuk yang lain tidak ada. Mana saya tahu ada bantuan dari pemerintah, sehari-hari saya selalu dirumah untuk berjualan. Saya ngga bisa kemana-mana, untuk berjalanpun tidak bisa kaki saya lumpuh sejak SD,” ujarnya.

            Ditambahkan Suhaemi, dirinya hanya bisa pasrah saja dengan keadaannya saat ini. Namun yang menjadi beban saat ini, dirinya belum mampu memperbaiki rumah yang keadaannya nyaris ambruk termakan usia.

            “ Kalau mendapatkan bantuan saya terima kalaupun tidak juga ngga apa-apa. Untuk saat ini saya bingung dengan keadaan rumah yang sudah lapuk dan hampir ambruk karena kayunya sudah lapuk, walaupun ada anak lelaki tapi dalam keadaan sakit (mengalami disabilitas-red) tidak bisa memperbaikinya,” ungkapnya.

            Menyikapi hal tersebut, Kepala Disnakersos Lebak, Maman Suparman mengatakan, pihaknya menghimbau agar pihak desa harus ada kepedulian sosial terhadap warganya untuk melakukan pendataan dan melakukan kordinasi dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) setempat.

            “ Saya harap pihak desa melakukan pendataan terhadap warganya yang tidak mampu, mengalami disabilitas atau warga yang tempat tinggalnya tidak layak agar pihak dinas bisa menindak lanjuti dengan memberikan bantuan,” tuturnya.

            Menurut Maman, pihaknya juga memaklumi keterbatasan petugas TKSK dimasing-masing kecamatan untuk mendapatkan informasi tersebut sehingga luput dari pendataan yang dilakukannya.

            “Kecamatan kan sangat luas, untuk mendapatkan informasi tersebut sangat sulit kalu tidak ada laporan dari pihak desa. Untuk itu, saya harap ada kepedulian sosial dari pihak desa untuk memberikan informasi tersebut,” ungkapnya.(dani/A3)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...