PT. Wira Karya Persada Meminta Warga Cilangkap Lebak Mengosongkan Lahan Tanpa Ganti Rugi

785 views

 

Ilustrasi/Net

 

LEBAK, BANTENDAY.com – PT. Wira Karya Persada (WKP) dinilai arogan terhadap warga yang menggarap lahan perusahaan di Desa Cilangkap, Kecamatan Maja, Lebak. Pasalnya, pihak perusahaan mengusir warga dari lahan tersebut, tanpa memberikan uang ganti rugi (Kerohiman).

Dikatakan Amsari (40) salah  seorang  warga pihaknya menyesalkan  dengan sikap yang dilakukan oleh perusahaan (PT. Wira Karya Persada red). Menurutnya, pihak perusahaan tidak pernah memberikan uang ganti rugi.

“Kami sangat keberatan tidak boleh lagi mengarap lahan itu. Padahal, kami sudah cukup lama menggarapnya dan seharusnya perusahaan memberikan kami uang ganti rugi,” kata sesal Amsari.

Sebelumnya perusahaan menerbitkan surat terkait Permintaan pengosongan lahan para penggarap tanah milik pihak perusahaan melalui surat Nomor 15/WKP/EKST/2017 tanggal 24 Juli 2017, perihal permintaan pengosongan lahan yang ditandatangani Direktur PT Wira Karya Persada Henkky Leonardo Danan, kata dia sangat merugiak warga. Sebab, selain waktu pengosongannya yang terlalu sempit hanya tujuh hari paska diterbitkannya surat, pihak perusahaan juga tidak memberikan hak kerohanian untuk warga penggarap.

“Sangat tidak manusiawi, kita para penggarap tidak diberikan hak apapun atas pengosongan lahan ini,” ujar Amsari.

Ditambahkannya, Atas sikap perusahaan seperti itu, warga penggarap lahan akan tetap bertahan tidak akan mengosongkan lahan tersebut sampai pihak perusahaan memenuhi semua tuntutan warga. Bahkan, warga akan mengerahkan massa dengan melakukan aksi unjuk rasa besa-besaran.

“Kita akan tetap bertahan, sampai pihak perusahaan memenuhi semua tuntutan warga penggarap,” tegasnya.

Sementara, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Cilangkap, Suganda mengatakan, seharusnya perusahaan tidak begitu saja meminta warga penggarap meninggalkan lahan tanpa tidak memberikan hak kerohanian. Sikap perusahaan seperti itu dinilai semena-mena, padahal tuntutan warga penggarap sederhana hanya ingin hak kerohaniannya dipenuhi oleh perusahaan.

“Bupati Lebak, harus turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Karena, kasian masyarakat kecil ditindas begitu saja oleh perusahaan,” katanya.

Terpisah, Kades Cilangkap, Kholid mengatakan, pihak desa sudah mediasi  warganya atas tuntutannya terhadap perusahaan meminta hak kerohiman. Tetapi, karena ketentuannya seperti itu maka desa tidak bisa berbuat banyak.

 

“Kita sudah fasilitasi tuntutan warga agar haknya dipenuhi oleh perusahaan. Tetapi, gimana pihak perusahaan dengan ketentuannya tidak bisa memberikan hak kerohiman kepada warga,” kata Kholid.

 

Hingga berita ini di unggah bantenday masih menunggu konfirmasi dari pihak perusahaan. (LNH)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...