Provinsi Banten Kembali Laksanakan UNBK

3601 views
image

UNBK

Bantenday.com – Tangerang, Gubernur Banten Rano Karno memantau secara langsung pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2015-2016 di Provinsi Banten. Salah satunya, Gubernur memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 4 Tangerang Selatan (Tangsel) di Kecamatan Serpong dan SMAN 7 Tangsel di Kecamatan Serpong Utara, didampingi Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkot Tangsel.

Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, pelaksanaan UNBK yang kedua kalinya diterapkan di Provinsi Banten khususnya di Kota Tangsel tidak ada kendala. Baik dari sarana dan prasarana serta pendistribusian soal ke seluruh wilayah.

 “Ini tahun kedua ujian menggunakan komputer, artinya kita sudah siap.  Dengan sistem ini (UNBK-red) suatu saat semua akan menggunakannya. Jadi memang ini transisi dari paper yang akan berganti pada sistem computer,” katanya di Tangerang Selatan, Senin (04/04).

Pada pelaksanaan tersebut Gubernur berharap, seluruh peserta UN di Provinsi Banten dari semua tingkatan bisa lulus 100 persen.

“Saya melihat dengan tidak dijadikannya UN sebagai hasil akhir, membuat tingkat depresi anak tidak terlalu berat. Artinya jika nilai UN jelek masih bisa melihat nilai lainnya. Kita berharap lulus 100 persen,” harapnya.

Berdasarkan data di Dinas Pendidikan Provinsi Banten, jumlah peserta UN tingkat SMA 49.234 siswa dan SMK 64.668 siswa. Sementara peserta UN di Madrasah Aliyah mencapai 17.107 siswa. Sementara sekolah yang melaksanakan UNBK di Provinsi Banten berjumlah 128 sekolah, dengan rincian tingkat SMA sebanyak 38 sekolah dan SMK 65 sekolah. Untuk Kota Serang sebanyak 5 sekolah, Kota Tangerang 8 sekolah, Kota Tangsel 31 sekolah, Kab Tangerang 23 sekolah, Kota Cilegon 4 sekolah, Kab Lebak 8 sekolah, Kab Serang 10 sekolah dan Kab Pandeglang 14 sekolah.

Sementara Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany memaparkan, peserta UN di Tangsel meningkat cukup signifikan. Pasalnya, tahun lalu hanya ada tiga sekolah yang menerapkan ujian nasional berbasis komputer tersebut.

“Kami Pemkot Tangsel mendorong untuk meningkatkan jumlah sekolah yang menggelar. Tahun lalu hanya tiga sekolah, sekarang ada 27 sekolah,” tuturnya.

Airin berpendapat, UNBK jauh memberikan banyak nilai positif ketimbang ujian konvensional dengan kertas. Selain lebih efektif, tindak kecurangan juga bisa diminimalisasi dan lebih praktis.

“Proses ujian sangat penting. Sarana dan prasarana harus mendukung. UN ini berpengaruh terhadap mutu pendidikan anak-anak kita,” paparnya.

Ke depan, dia berharap lebih banyak lagi sekolah yang menerapkan UNBK. Di samping itu, saat ini UN tidak sebagai syarat kelulusan sehingga hasilnya bisa digunakan untuk mengevaluasi mutu pendidikan, khususnya di Tangsel.

“Harapan saya proses UN anak-anak SMA, SMK atau Madrasah Aliyah berjalan dengan lancar. Anak-anak dalam kondisi fit dan sarana prasarana mendukung,” tandasnya.(dhe/a1)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...