Posyandu Posbindu Vipamas Tangsel Resmi Dikukuhkan

473 views

​TANGSEL, BANTENDAY.com – Keberhasilan Kelurahan Benda Baru menjadi kelurahan pertama yang bebas jentik nyamuk di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) rupanya memacu semangat dan diinginkan pula oleh Kelurahan Bambu Apus menjadi wilayah yang bebas jentik nyamuk. 
Hal tersebut diungkapkan Lurah Bambu Apus Siti Akbari, saat memberikan kata sambutan di acara Peresmian Posyandu Posbindu Vipamas RW 06 Villa Pamulang Mas, Bambu Apus, Pamulang, Tangsel, Jumat (4/8/2017) sore.

 “Saya pinginnya seperti di Benda Baru yang kegiatan Jumantiknya (red, juru pemantik) jalan, kalau disana kan ada 24 RW, masa disini hanya ada 9 RW, masa gak bisa sih, pasti bisa khan kalau kita laksanakan bersama-sama,” seru Siti.
Selanjutnya, Lurah perempuan satu-satunya di Tangsel ini juga bangga atas peran bersama masyarakat, diwilayahnya sudah ada Kampung KB, Kampung Bahasa Inggris, Gang Cantik Berseri, Puskesmas, dan sebagainya.

Dirinya berharap seusai prosesi peresmian ini, kegiatan peningkatan pelayanan kesehatan di Komplek Villa Pamulang Mas lebih terpadu.
Pantauan media, tampak turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, Camat Pamulang, Deden Djuardi, anggota DPRD Tangsel sekaligus juga warga komplek tersebut Abdulrahman atau yang akrab disapa Arnovi, Ketua Promkes dari Dinkes Tangsel, Yayah, Sekel Bambu Apus, Subur, Manajer Jumantik Benda Baru, Subekti, Pengurus senam Prosteo, Nenden, Ketua RW 06, Ketua RW 08, serta Ketua Posyandu Vipamas RW 06, Palupi, beserta pengurusnya.

Penyampaian singkat disampaikan Deden, bahwa kesehatan merupakan kebutuhan bersama yang mendasar. Ia juga menyampaikan apresiasi untuk Benda Baru terutama kepada manajer Jumantik tingkat Kelurahan Benda Baru, Subekti, yang sempat dipujinya sebagai Jawara Jumantik.

 “Kalau saya baca di medsos tadi, Benda Baru merupakan kelurahan pertama yang bebas jentik, mudah-mudahan Bambu Apus menyusul,” ujarnya.
Sementara masih dilokasi yang sama, seusai peninjauan ruangan Posyandu yang seluas 9×5 meter, Subekti, menjawab pertanyaan wartawan terkait keinginan Siti Akbari. Bahwa komunikasi sebelumnya juga sudah dijalin dengan lurah Bambu Apus.

 “Pentingnya gerakan bersama masing- masing RT-RWnya dengan para supervisor dan koordinator jumantiknya, setelah siap barulah ada penilaian, apalagi jumlah RWnya sedikit dibanding Benda Baru, sedangkan pelatihan di bulan Agustus tahun lalu disini sudah ada yang ikut, jadi nanti kita ulang kembali pelatihannya,” jelasnya.

Ia menceritakan pengalaman di Benda Baru, sebanyak tiga kali pemeriksaan sendiri tentang jentik nyamuk dalam seminggu sekali, “kalau tidak ditemukan, baru kami  berani untuk masuk ke Dinkes untuk melakukan penilaian, mudah-mudahan Bambu Apus juga begitu, tinggal semangatnya saja,” pungkasnya.(Sgeng) 

Penulis       : Sugeng

Editor         : Lukmanul Hakim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...