Polri Gelar Giat Quick Wins Kontra Radikal, Amas Tadjudiin: Infiltrasi Gerakan Anti Pancasila di Lingkungan ASN

737 views

SERANG,BANTENDAY.com- Giat Quick Wins Kontra Radikal Tim Divhumas Mabes Polri dipimpin Kombes Pol Sulistio Pudjo Hartono berlangsung di aula Mapolres Kabupaten Serang, menghadirkan narasumber Amas Tadjuddin dan KH Rahmatullah,  Lc,  diikuti peserta dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, jajaran pejabat utama Polres Kabupaten Serang dan Kapolsek Kecamatan se Wilayah hukum Polres Kabupaten Serang.

Kombes Pol Pudjo dalam paparanya menyatakan, bahwa kegiatan kontra radikal perlu dilakukan oleh Tim Mabes Polri mengingat penyebaran faham dan gerakan radikalisme serta gerakan anti Pancasila semakin meluas, bahkan seringkali dilakukan secara individual seperti insiden penusukan anggota Brimob di Jakarta, atau bom bunuh diri di Kampung Melayu. 

“Anggota Brimob setelah shalat bersama pelaku penusukan, kok bisa,  sama shalatnya, sama islamnya, sama syahadatnya, tapi diteriaki kafir thogut dan ditusuk, ini ajaran islam model apa, radikal teroris,” kata Pudjo. 

Sebab itu lanjut Pudjo, Polri bersama masyarakat senantiasa terus berupaya melakukan giat untuk penyadaran terhadap kelompok kelompok radikal dan anti Pancasila terutama di Banten yang memiliki akar kesejarahan panjang berkaitan dengan gerakan hendak mendirikan negara islam. 

Sementara itu Amas Tadjuddin, FKDM Banten selaku Sekretaris FKPT Provinsi Banten memaparkan, bahwa tumbuh kembangnya faham dan gerakan radikal terorisme disebabkan diantaranya faktor dendam, ketidak adilan, kemiskinan, kesenjangan sosial,  kebijakan diskriminatif dan kekeliruan pemahaman keagamaan.

“Dendam kesumat seperti dinyatakan langsung oleh napiter, bahwa dia melakukan ppeledakan terhadap objek objek vital milik asing karena negara asing tersebut melakukan pembiaran penghancuran terhadap umat islam seperti di palestina dan diberbagai belahan bumi lainya,” ungkap Amas Tadjuddin yang juga Sekretaris Umum MUI Kota Serang.

Adapun kekeliruan pemahaman kelompok terduga teroris ini meyakini bahwa setiap orang yang tidak sepaham dihukumi kafir thogut, Indonesia Kafir, Pancasila Thogut, oleh karena itu harus diperangi jihad harus diganti dengan khilafah, dan faham ini sudah menyusup dikalangan PNS.

Indonesia berdasarkan Pancasila UUD 1945 sudah final sebagaimana telah ditetapkan oleh para ulama pesantren pendiri bangsa ini.

Pada bagian akhir Amas Tadjuddin mendukung langkah Gubernur Banten dan langkah Polri dan TNI untuk bersikap tegas menghadapi individu atau ormas yang terbukti anti pancasila dan Amas Tadjuddin mendukung Perppu 2/2017 demi keutuhan NKRI, namun demikian pemerintah harus terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penyediaan lapangan pekerjaan seluas luasnya untuk anak negeri tercinta bukan untuk Warga Negara Asing.(RAS)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...