Pesan Ricky Pada Miriam : Good Job, Diamplopkan Masing-Masing Lima Juta

4475 views
image

Sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi Bank Banten,

Bantenday.com,SerangSidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi Bank Banten, dengan terdakwa FL Tri Satia Santoso (Sonny) dan SM Hartono, kembali digelar di Pengadilan Negeri Serang, dengan menghadirkan delapan orang, Selasa (26/04/2016).

Sidang tersebut digelar sekitar pukul 11.30 WIB, yang dipimpin oleh Hakim Ketua M. Sainal, dengan agenda utama mendengarkan keterangan dari para saksi. Diantaranya, Manager Keuangan PT Banten Global Development (BGD), Miriam, Sekertaris PT BGD, Meta Oktafia dan dua pegawai perusahan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut, Anianti Ayuningtias juga Budi Kristianto.

Sejumlah sopir pribadi juga turut dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi, yakni Asep komarudin alias endang yang merupakan sopir Sonny, sopir SM Hartono, Usman juga turut dihadirkan. Sekertaris pribadi mantan Direktur PT BGD Ricky Tampinongkol, Fatma ratnasari dan sopirnya Dendy Rahman juga turut dihadirkan dalam sidang tersebut.

Dalam penyataannya, Miriam mengaku pernah mendapat pesan melalui Blackberry Messenger (BBM) dari Ricky Tampinongkol, untuk menyiapkan enam buah amplop dengan masing-masing berisikan uang sebesar Rp10 juta rupiah, termasuk satu amplop berisi uang sebesar USD1.000. Mariam bilang, uang itu milik PT BGD.

“Saya disuruh sama Pak Ricky untuk menyiapkan uang saja. Engga tahu uang itu buat apa,” kata Miriam.

Sementara, Dendi mengaku saat terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu, ia mengaku hanya  mengantar Ricky Tampinongkol untuk makan. Setelah beberapa menit, lanjut Dendi, datang dua petugas KPK yang langsung menggeledah dan memeriksa  dirinya dan Ricky.

“Bapak bilang mau makan, tapi beberapa menit datang orang dengan name tag dari KPK terus saya langsung dibawa”akunya.

Dalam sidang, Hakim Ketua M. Sainal, secara tegas mencecar keterangan kepada para saksi untuk memberikan keterangan sedetail-detailnya.

Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan isi pesan singkat antara Miriam dengan mantan Ricky Timponongkol.

Dalam percakapan di pesan singkat yang dilakukan pada tanggal 23 Juli 2015 silam, Ricky menanyakan sebuah check yang sudah dibubuhi tandan tangannya dan Franky. Check sebesar Rp 25 juta itu diminta Ricky dari Miriam untuk kemudian dicairkan.

“Aww (assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh) Miriam, DT nya kurang 14 juta, bagaimana ya? Apa sudah ada cek cadangan yg sudah saya tandatangan dengan Franky? Kalau ada supaya ambil dana 25 juta tolong kasih kabar ya, thanks wass,” demikian SMS Ricky kepada Miriam.

Sementara dalam balasannya, Miriam menunggu Franky agar cek tersebut bisa dicairkan. “Walaikumsalam, pak kalau yang ditandatangani Bapak ada, tapi yang Franky yang tidak ada pak,” katanya.

Saat diminta keterangan, Miriam mengatakan bahwa terdakwa Ricky Tampinongkol sering mwnggunakan istilah- istilah singkatan yang difahami untuk kalangan sendirinya saja.

“Pak Ricky itu suka ngasih kode yang dia pahami sendiri saja, saya juga ga faham maksudnya apa, tapi saya catat juga,” jelas Miriam dalam sidang.

Percakapan lain juga yang terjadi pada tanggal 13 Agustus 2015. Miriam bilang Ricky meminta uang sebesar Rp35 juta dikalikan 5 juta ditambah 5 juta dikali USD1.000 untuk biaya uang muka renovasi kantor. “Good Job, diamplopkan masing-masing lima juta.. yang rapih.. RAHASIA.. jangan ada yang tau,” tulis Ricky dalam SMSnya kepada Miriam, yang dibalas  dengan “Ya Pak siap,”.

Kemudian Miriam menjelaskan kepada Hakim Ketua, dirinya hanya menjalankan tugas dari atasan.

“Saya hanya menjalankan perintah atasan” terang Miriam.(dhe/a3)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...