Perpus Jalanan Rangkasbitung Sindir Program Lebak Cerdas

558 views

Aliansi Perpus Jalanan Rangkasbitung Saat Gelar buku ( Foto : Bantenday.com)

LEBAK, BANTENDAY.com- Sekelompok Pemuda yang mengatasnamakan  Aliansi Perpus Jalanan meramaikan suasana di depan Museum Multatuli , mereka bukan untuk membagi-bagikan sembako atau dalam rangka menjadikan kawasan di depan museum itu seperti tempat Foto atau selfie  melainkan memberikan edukasi positif untuk masyarakat Lebak. 

Ditengah keramain yang menyelimuti Bundaran Alun-alun Rangkasbitung , tak jarang beberapa kelompok orang antusias untuk berhenti sebentar menapaki lapakan buku dan berdiskusi mengenai permasalahan seputar daerah lebak.

Tak jarang juga masyarakat di buat kagum oleh kelompok yang mengatasnamakan aliansi perpus jalanan ini yg telah bersukarela dengan tidak mendapat imbalan apapun.

“ Untuk melakukan hal semacam ini , ya tentu di tengah masyarakat atau mahasiswa yang mengedepankan Budaya individualisme maka dari itu kami berinisiatif mengagas kegiatan ini,” ungkap Fikram Albantani Pengagas Perpus Jalanan kepada bantenday.com Selasa, (11/7/2017).

Menurutnya,  Dengan semangat berbagi pemuda yang tergabung dalam aliansi tersebut bermaksud untuk bersilaturahmi dengan masyarakat serta pejalan kaki dan tentunya dengan menawarkan buku bacaan secara gratis.

Ditambahkannya,  dalam rangka kepedulian terhadap kaum muda agar tidak menjadi bagian kaum millenial yang apatis , individualis, serta untuk menumbuhkan minat budaya membaca di daerah Banten khususnya Kabupaten Lebak.

“ Maka saya bersama kawan-kawan pegiat literasi lainnya fokus untuk membangun Perpus Jalanan Rangkasbitung agar bisa menumbuhkan minat baca masyarakat Perpus Jalanan  ini di inisiasi oleh sebagian Mahasiswa yang ada di wilayah Lebak dengan tujuan untuk mencerdaskan dan tentunya mengevaluasi pemerintah lebak sudah sejauh mana Program yang menjadi produk unggulan kabupaten lebak yaitu Lebak Cerdas sudah di Implementasikan dalam fikiran masyarakat lebak,” papar Fikram. 

Terpisah,  Divisi Humas dan Mediasi Muhamad Ila menambahkan Walaupun namanya Perpustakaan Jalanan , tapi kami tidak terpaku hanya pada menggelar buku-buku saja seperti buku pelajaran, novel, komik dan buku yang lainnya pada umumnya. Tapi juga ada zine, jurnal, buletin dan bahan bacaan lainnya yang bisa dikategorikan kepada golongan “kekirian” dan banyak juga diantaranya adalah buku-buku atau bahan bacaan yang kurang atau bahkan tidak umum dikalangan masyarakat awan (mainstream) agar dapat menjadi sebuah alternatif ketika bahan bacaan umum atau biasa sudah mulai membosankan.

 

Menurut Illa Perpus jalanan ini hadir di Depan kampus , tempat umum serta tempat-tempat yg memang diperbolehkan untuk menggelar lapakan baca , kami hadir setiap hari sabtu jam 16.00 – s/d Balikan dengan mantan , kemudian karena memang buku buku kami terbatas serta ketidaksesuaian kantong dalam membeli buku buku tersebut , maka kami menyerukan kepada kawan-kawan yg ingin mendonasikan buku – buku nya untuk menjadi koleksi perpustakaan kami.

“Kemudian kami pun tidak memiliki sistem hirarki, senior junior, batasan usia, latar belakang dan omong kosong lainnya apapun itu. Kami mengelola secara kolektif dengan semangat berbagi dan kebersamaan. Kita semua sama, hanya ego yang membedakan kita. Maka dari itu, mari berteman dan mari berbagi. Jangan jadikan hal omong kosong lainnya seperti uang dan apapun itu menjadi penghambat,” pungkasnya (LNH) 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3
Author: 
author

Comments are closed.