Pemilihan Ketua STPI Tangerang Diprotes

4779 views

Ilustrasi/ net

TANGERANG, BANTENDAY.com – Proses Pemilihan Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug, Tangerang, Banten, digoyang sejumlah akademik pdahal tujuh calon ketua telah terpilih dan sudah tersaring menjadi tiga calon.

Sejumlah mahasiswa dan Dosen memprotes  kriteria tiga calon ketua dan  menuntut kejelasan proses pemilihan ketua yang akan  berlangsung, Selasa  23 Agustus 2016

Tiga calon kandidat ketua STPI Diantaranya Asri Santosa, S.T., S.SiT, M.T.  ,  Kol. Pnb. Novyanto Widadi S.IP  Dan Kapt. Afirianto S.S.Pd, M.M.

Ahmed Saleh alumni STIP mengatakan, proses perekrutan tersebut tidak transparan sesuai dengan statuta STPI Nomor SK. 29/DL.003/Diklat 2001 Pasal 33 tentang pengangkatan, pemberhentian, masa jabatan Ketua dan Pembantu Ketua Ayat 1 menerangkan Ketua diangkat dan diberhentikan oleh Menteri setelah mendapat pertimbangan Senat. 

” Pasal 35 tentang sekolah tinggi Ayat 2 butir G menerangkan ‘Senat memberikan pertimbangan kepada Menteri berkenaan dengan calon-calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi Ketua dan Pembantu Ketua,” katanya. 

Dan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Pasal 4 berbunyi ‘Persyaratan untuk diangkat sebagai Rektor/Ketua/ Direktur : a. Pegawai Negeri Sipil yang memiliki pengalaman jabatan sebagai dosen dengan jenjang akademik sebagai berikut: 

1. bagi calon Rektor universitas/institut paling rendah Lektor Kepala; atau

 2. bagi calon Ketua sekolah tinggi dan politeknik/akademik paling rendah Lektor.

3. memiliki pengalaman manajerial, paling rendah sebagai ketua jurusan/ketua program studi/kepala pusat atau sebutan lain paling singkat 2 (dua) tahun di perguruan tinggi;

Kata dia, pertanyaannya adalah proses penyeleksian ini sudah terlalu jauh dilaksanakan bahkan menurut informasi yang kami terima tinggal penetapan SK salah satu calon yang terpilih dari ketiga kandidat tersebut untuk menjadi ketua STPI Curug Tangerang.

 Sedangkan sesuai dengan pasal 33 dan 35 di atas tersebut bila ditinjau Pasal 33 dan Pasal 35 Statuta Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia sudah seharusnya Menteri menanyakan atau berkonsultasi dengan senat yang ada di STPI sebelum mengadakan penyeleksian kepada para kandidat. 

Hal ini sudah sangat bertentangan dengan Statuta STPI dan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Pasal 4 Ayat A ‘.Pegawai Negeri Sipil….’ sedang pada calon kandidat yang telah lulus assesment masih didapati seorang TNI berpangkat Kolonel maka kami sebagai alumni STPI merasa keberatan dengan pola-pola pengangkatan Ketua STPI yang tidak sesuai dengan prosedur yang ada.

Sedang pada calon kandidat yang telah lulus assesment masih didapati seorang TNI berpangkat Kolonel maka kami sebagai alumni STPI merasa keberatan dengan pola-pola pengangkatan Ketua STPI yang tidak sesuai dengan prosedur yang ada.

Masih menurut Saleh, untuk itu kami meminta kepada Menteri untuk tidak menerbitkan Surat Keputusan maupun melantik para calon tersebut sebelum berkonsultasi kepada senat STPI. ( Gus/A1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...