Pembangunan Kantor Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong Tangsel  Mangkrak

955 views

Kondisi Proyek Bangunan Kelurahan Buaran Kec. Serpong Tangsel ( Foto : Bantenday )

TANGSEL, BANTENDAY.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bakal melanjutkan proses pembangunan gedung Kantor Kelurahan Buaran Kecamatan Serpong, (bulan Agustus tahun ini red) . Revitalisasi gedung berlantai tiga dengan luasnya kurang dari 800 meter itu sempat mangkrak selama satu tahun lebih.

Hal diatas disampaikan oleh Lurah Buaran, Umar Dhani, saat memberikan keterangan kepada Bantenday.com, di ruang kerjanya. Sabtu. (21/7/2017). 

Bahwa, saat ini pula kelanjutan pembangunan gedung itu sudah menunggu tahap proses lelang kedua.

 ” Insya Allah, menurut informasi dari pihak pemkot dan anggota DPRD untuk Dapil Serpong Satu saat ini menunggu lelang kedua lalu Agustus akan dibangun lagi,” tuturnya. 

Ia pun juga berharap secepatnya pembangunan kelurahan Buaran cepat terealisasi. Dalam perbincangannya, Umar Dhani mengapresiasi  serta menitip pesan kiranya rekan-rekan media memberikan informasi yang positif dalam keadaan mangkraknya pembangunan gedung kelurahan Buaran.

Terkait kontraktor yang baru nanti, tanpa maksud apriori, pihaknya menginginkan agar mereka itu orang-orang yang benar-benar bertanggung jawab.

 “Jangan karena faktor pertemanan, dengan hanya modal bendera,” ceplosnya. 

Umar Dhani bersama stafnya yang total 16 orang jumlahnya, juga menginginkan seperti kelurahan lain khususnya wilayah Kecamatan Serpong yang sebagian besar menurutnya sudah bagus gedungnya. 

” Kelurahan lain pada enak  juga, saya berjanji jika gedung kelurahan sudah selesai pembangunannya nanti, akan melayani masyarakat sepenuh hati dan komitmen memberi pelayanan prima kepada masyarakat,” ucapnya. 

Terpisah,  salah satu anggota DPRD Kota Tangsel dari Komisi IV bidang pembangunan, Nurhayati Yusup, menyatakan pula bahwa pembangunan kantor kelurahan Buaran dari awal pembangunan sudah terus diawasi. Kritisi tentang pembangunan yang mangkrak tidak jelas kapan selesainya, sidak juga sudah sering dilakukan, konfirmasi ke dinas terkait pun juga sudah. 

“Jawaban yang kami dapatkan apa, jika pemborong pembangunan kantor kelurahan tersebut tidak bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaannya akan dilakukan lelang ulang, jadi mekanisme lelangnya  seperti apa,” paparnya saat dihubungi via telepon. 

Menurut anggota DPRD Fraksi  dari Partai PKB ini, bahwa kejadian seperti ini terulang terus. Lanjutnya, kenapa bisa selemah ini pengawasan dan seleksi dari dinas terkait untuk menentukan pemenang lelang.

 “Banyak pemborong proyek, yang penting asal menang tender, akan tetapi tidak diimbangi dengan pembangunan yang berkualitas, anggaran yang sangat mubadzir karena tidak mendapatkan hasil yang baik,” ucapnya. 

Tentunya, yang merasakan dampak negatif yaitu masyarakat karena berkaitan dengan sarana pelayanan publik yang kurang maksimal. Begitu pula aparatur kelurahan sudah merasa jenuh karena harus mengontrak di tempat atau kantor tanpa kejelasan sampai kapan.

Nurhayati menyakinkan, bahwa setiap audiensi dengan dinas terkait, hal ini dibahas.

 ” Insya Allah sudah mau masuk Tahap 2 pengerjaan. Mengenai anggarannya berapa dan lelang kedua kapan?  Ia pun menjawab bahwa hal ini, yang ada di Banggar DPRD,  Yang masuk anggaran berapa yang fix, kalau masuk tahun ini harusnya sudah masuk data lelangnya,” pungkasnya. (Soegeng)

  • Penulis. : Soegeng
  • Editor.   : Lukmanul Hakim
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Comments are closed.