Pelayanan Samsat Lebak Mengecewakan?

4729 views

Ilustrasi Samsat Lebak/ net

LEBAK, BANTENDAY.com –  Ketua Umum Koordinator Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Imam Nurhakim menyayangkan kinerja  pegawai  di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Lebak. Pasalnya pelayanan  yang dilakukan pelayan publik itu dinilai lambat dan mengecewakan.

“Setiap lembaga publik harus melayani dan memberikan yang terbaik untuk kebutuhan masyarakat,” kata Imam, Senin 22 Agustus 2016. 

Kata dia, pihaknya sering menerima keluhan, salah satunnya dalam proses pembayaran pajak berkendara roda dua dan roda empat yang dinilai lambat. Padahal dilain sisi,  sering sekali ada rajia pajak terhadap kendaraan, agar pemilik kendaraan aktif  dalam membayar pajak. 

“Tetapi ada kejanggalan dalam pelayanan misalkan dalam pergantian plat nomor (ganti kaleng) ini banyak sekali kasus keterlambatan sehingga banyak di keluhkan oleh warga masyarakat,” katanya. 

Imam mengaku ada aduan dari warga, seperti yang dialami  warga bernama Jajang Miharja. Meski sudah hampir satu tahun lebih membayar pajak bahkan sebelum masa tenggang,  namun  tapi kaleng plat nomor, belum keluar juga. 

Betul ada beberapa masyarakat kabupaten Lebak yang mengeluhkan persoalan plat nomor yang habis membayar pajak,” ujarnya.

Kata Imam, Jajang mengaku hampir satu tahun lebih kaleng kendaraanya belum juga selesai. Meski sering kali menanyakan hal itu pada petugas Samsat setempat. Namun hanya menerima jawaban ringan dengan mengatakan kaleng belum beres. 

Maka Kumala meminta kepada pihak Samsat  Lebak untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya. 

Imam melanjutkan, bayangkan jika masyarakat telat membayar maka di kenakan denda, dalam hal ini Kumala berharap agar pihak terkait, baik itu keterlambatan dari pihak kepolisian atau pihak samsat atau ada pihak ketiga yang memang memperlambat terhadap pelayanan masyarakat, jangan sampai ini menjadi kendala. 

“Bayangkan masyarakat yang membayar dari ujung kecamatan itu akan menambah biaya, saya juga kecewa, pada saat ada razia berkendara di alun-alun Rangkasbitung kena tilang dan ada polisi yang menyuruh bikin sendiri untuk plat nomor, sebelum plat nomor yang langsung dari Samsat datang atau jadi. Ini jelas menambah beban kepada masyarakat,” paparnya. (A. Saeful Wahyudi/A1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...