Oknum Kepsek Di Lebak Pungli Gurdasus?

3838 views

image

Bantenday.com, Lebak – Bantuan tunjangan guru daerah khusus (Gurdasus) tahun 2016 sebagai bentuk kompensasi dalam mengatasi kesulitan hidup bagi sejumlah guru yang bertugas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar di pugut oknum Kepala Sekolah (Kepsek) setempat. Dari totoal dana sebesar Rp 16 juta yang diterima, para guru harus menyetorkan dana kepada oknum Kepsek sebesar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta.

“Dari 6 guru yang di SMPN 4 Leuwidamar yang menerima dana gurdasus sebesar Rp 16 juta per orang, 5 orang diantaranya menerima dana tidak utuh, hanya Rp 12 juta sampai Rp 11 juta. Sebagian dana itu di setorkan kepada oknum Kepsek sekolah setempat dengan alasan bahwa Kepsek tersebut merupakan orang yang mengagas atau berjasa atas terealisasinya dana tersebut,” kata seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya, Senin (12/4/2016).

Selain mengenai adanya dugaan pungutan dana Gurdasus. Menurut sumber, oknum Kepsek juga diduga kerap bertindak arogan dengan melakukan tindakan kekerasan terhadap para siswa di sekolah. Sehingga, tindakan oknum Kepsek tersebut kerap dikeluhkan oleh siswa, namun karena tak berani para siswa hanya berdiam diri.

“Dia itu galak pak, pernah didepan saya dia menampar sejumlah siswa sehingga sejumlah siswa itu mengalami trauma dan malas masuk sekolah,” tandasnya.

Sementara ketika dikonfirmasi, Kepsek setempat, Asep Kurnia membantah telah menerima setoran dana Gurdasus dari para guru. Ia juga menegaskan bahawa dirinya tidak pernah melakukan tindak kekerasan terhadap siswa. “Beritanya sangat hebat dan menarik. Rangkumannya sebagai berikut, 14 Nopember 2015 jam 16.30 WIB. Pak Imam Prasodjo Breakspass mengajukan ke kementrian melalui WathSapp dan langsung dijawab bisa diajukan. 2 minggu berikutnya SK muncul 11 orang di rek BJB, 2 orang tertunda atas nama Supandi dan Ade Joko Setiawan. Saya memberi tahukan untuk segera dicek dan 1 minggu baru muncul di BJB,” ujanya.

Menurutnya, sangat tidak mungkin pihaknya memungut dana Gurdasus dari para guru. Sebab,  pencairan dana Gurdasus dilakukan secara langsung oleh para guru masing-masing. Bahkan, untuk guru di SMPN 4 Leuwidmar mengadakan rapat tanpa sepengetahuan dirinya.

“Hasil rapat yang dipimpin oleh saudara Agus menyimpulkan perlu ucapan terimakasih pada saya dan membuat uang kas untuk kegiatan tim guru pejuang Rp 1,2 juta. Lalu atas saran pak Imam. Bu Hj Masitoh memberikan amplop ke saya. Saya tanya buat apa? dia bilang sebagai ucapan trima kasih katanya. Saya tanya atas dasar apa, saya justru menolong anda-anda. Jawabanya seperti yangg dijelaskan di atas. Kemudian saya telepon semua guru, dia bilang ini kesepakatan kami pak. Apa tidak akan bermasalah?,” tukasnya.(hz/a2)

 

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...