Merasa Diintimidasi Dalam Pembebasan Lahan PT Armedian, Warga Maja Protes

1072 views

Warga Sarongge memasang spanduk penolakan intimidasi pembebasan lahan ( bantenday.com)

LEBAK, BANTENDAY.com – Warga kampung Sarongge, Desa Pasir Kembang, Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, mengaku resah dan sangat menyayangkan terhadap adanya dugaan intimidasi yang dilakukan oknum  pegawai kecamatan setempat.




Dugaan intimidasi  yang dilakukan oknum aparat kecamatan itu terkait pembebasan lahan untuk pengembangan pembangunan perumahan yang dikelola PT Armedian untuk pengembangan perumahan Citra Maja Raya (CMR).




Atas upaya menakut-nakuti warga itu akhhirnnya warga protes, sebagai bentuk penolakan, warga selain memasang sejumlah spanduk yang bertuliskan tolak intimidasi pembebasan lahan juga meminta advokasi terhadap sejumlah pengacara yang didukung oleh elemen mahasiwa yang tergabung dalam Mahasiswa Pemuda Peduli Lebak (MPPL). 




Harun, warga setempat mengaku,   oknum pegawai kecamatan Maja itu mengatakan kepada warga, bawa lahan dan rumah-rumah warga sudah masuk pada plot sertifikat global milik PT Armedian.  




“Saya sempat kaget dengan omongan Kasi Trantib kecamatan yang mengatakan lahan yang kini ditempati rumah kami sudah masuk pada sertifikat global pengembang. Karena, saya dan sejumlah warga lainnya tidak merasa menjual lahan kami, bahkan tidak ada sama sekali pembicaraan apapun, tapi tiba-tiba lahan kami sudah disertifikat globalkan oleh pengembang,” kata Harun, Minggu 24 Juli 2016. 





Kata dia pihaknya mewakili warga lainnya menyayangkan tindakan oknum pegawai kecamatan yang seharusnya mengayomi dan melindungi warganya. Bukan malah melakukan intimidasi dengan melakukan pengukuran lahan warga yang jelas-jelas secara administrasi dan hukum milik warga.




“Lahan yang kami miliki sudah bersertifikat dan keberadaan kami lebih awal dari perumahan Armedian tersebut. Sampai kami ditawarkan pindah ke Desa lainnya, karena kata mereka seluruh lahan dan rumah kami sudah masuk pada area perluasan perumahan dan masuk pada sertifikat global perusahaan. Untuk itu sampai mati kami akan mempertahankannya,dan kami tidak pernah menjula lahan kami,” ujarnya.





Kasi Trantib kecamatan Maja, Lomri saat dihubungi wartawan melalui telepon genggamnyab membantah kalau dirinnya melakukan intimidasi kepada warga terkait pembebasan lahan.




”Justru saya berupaya untuk membantu warga yang lahannya diakui tidak pernah dijual kepada pengembang. Saat saya mendampingi pengukuran ulang lahan,kami juga jelaskan kalau warga yang mengaku tidak menjul lahannya, akan tetapi surat pelepasan hak (SPH) lahan tersebut  ada di pengembang. Jadi kami membantu untuk mendudukan persoalan sebenranya, bukan berpihak kepada pengusaha,” kilah Lomri. ( Ase/A1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...