LPA Lebak Desak Kadisbud Untuk Mengevaluasi Kepala Sekolah SMP Negeri I Malingping,

625 views

Oman Rohmawan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lebak (Foto : Bantenday.com)

 

LEBAK, BANTENDAY.com – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI)  yang selama ini dikenal dengan nama Komnas Perlindungan Anak (KPAI) Penggunaan nama LPA Indonesia sebagai pengganti nama Komnas Perlindungan Anak merupakan langkah kembali ke khittah 1998, yang sekaligus dilakukan sesuai regulasi agar tidak ada lagi kesan dualisme dengan KPAI. Ketua Umum LPA Indonesia adalah Seto Mulyadi (Kak Seto), didampingi Henny Rusmiati selaku sekretaris jenderal.

Hal tersebut disampaikan Oman Rohmawan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lebak menurut Oman, LPA Lebak dibentuk pada tahun 2015 merupakan afiliasi dari LPA Indonesia. LPA Kabupaten Lebak bergerak dalam berbagai kegiatan perlindungan anak dan berkomitmen untuk mendukung hak-hak terbaik bagi anak di Kabupaten Lebak.

Terkait Rd dan beberapa siswa SMP Negeri 1 Malingping yang dikabarkan mendapatkan sanksi dikeluarkan atau penurunan kelas oleh pihak sekolah karena menjadi terduga penggerak rencana tawuran pelajar pada Sabtu lalu, pihaknya selaku ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Lebak meminta agar Kepala Sekolah menganulir keputusan itu. Mengingat keputusan itu bukan satu-satunya solusi untuk siswa dan untuk sekolah.

“ Kami berharap Kepala Sekolah bisa membuat keputusan yang tepat. Mengeluarkan siswa dari sekolah hanya akan menambah masalah bagi anak tersebut,” kata Oman Kepada Bantenday.com Sabtu (23/9/2017).

Ditambahkannya, Psikologis anak akan terganggu dan anak akan mendapatkan hukuman sosial dimasyarakat. “Ini justru akan menambah parah kondisi mental dan prilaku anak. Seharusnya Kepala Sekolah bersama guru bagian konseling memberikan arahan kepada siswa yang terduga terlibat rencana tawuran itu dengan prilaku mendidik,” tegasnya.

Masih kata Oman, Guru berkewajiban untuk mengarahkan dan mendidik siswa-siswanya, bukan justru menghukum murid-muridnya ketika bersalah bahkan mengeluarkannya dari sekolah.

“Kami harap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak bisa mengevaluasi kebijakan Kepala Sekolah yang dengan mudah mengeluarkan siswanya. Evaluasi ini tidak hanya di SMP Negeri 1 Malingping tapi di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Lebak agar kepala sekolah tidak ceroboh dalam mengambil keputusan,”pungkasnya. (LNH)

 

 

 

 

 

 

Penulis             : Tim Bantenday

Editor               : Lukmanul Hakim

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...