Lelang Proyek Jalan DBMTR Banten, Bermasalah?

17474 views
image

Ilustrasi/ist

SERANG, BANTENDAY.com – Lembaga Indevenden Pemantau Korupsi dengan Tim Banten Foundation, menilai proses lelang proyek pembangunan jalan Citereup-Tanjung Lesung, diduga dimonopoli Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten dan kontraktor dari PT Adhikarya Teknik Perkasa.

Dugaan ini menguat lantaran banyak ditemukan kejanggalan, pada pelaksanaan lelang proyek yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten sebesar Rp25,03 miliar tersebut.

Tim Lembaga Banten Foundationd  Heryanto mengatakan, pelaksanaan lelang pada paket pembangunan jalan provinsi ruas jalan Citeurup-Tanjung Lesung  sepanjang 6 kilometer tahun anggaran 2016 yang dimenangkan PT. Adhikarya Teknik Perkasa  (ATP) diduga bermasalah, dengan adanya permainan antara Ketua Pokja di ULP Banten, PPK DBMTR  Provinsi Banten dan pihak pengusaha.

Pasalnya PT. ATP kata dia,  harusnya gugur pada saat pembuktian kualifikasi karena pengalaman tenaga ahli utama General Superintendent (GS) SKA Madya (TS 202) Ahli Jalan Raya pengalaman kerja kurang dari 5 tahun.

“Jadi tidak sesuai dengan persyaratan di LDP, bukan hanya itu sesuai persyaratan poin  tiga yang ditawarkan PT. ATP adalah SKA pelaksana jalan yang seharusnya SKT (TS 028/TS045) pelaksana lapangan. Kenapa bisa lolos pada saat evaluasi teknis dan pembuktian kualifikasi,”  ungkap Heriyanto, Jum’at 10 Juni 2016.

Sementara Musa Weliansyah yang merupakan marketing PT. Hutama Prima mengatakan,  setelah ditahapan pemenang oleh ULP maka PPK punya kewenangan untuk melakukan evaluasi.

” Saya  tanyakan ke PPK, kenapa ini bisa lolos padahal sebelumnya saya ketemu dengan sala satu tim evaluasi yang juga Kepala Seksi Pembangunan, dengan tegas  Ia mengatakan dihadapan saya akan menolak hasil penetapan pemenang. Sebeb dua kesalahan itu  sangat fatal secara kualifikasi dan saya sudah membuat surat kepada ULP tinggal ditandatangani  Kadis,”  ungkap Musa saat dihubungi via telepon genggam.

Masih menurut Musa, kesalahan mutlak juga terjadi pada pelelangan pembangunan jalan provinsi ruas jalan  Cempu-Cilaku sepanjang 5 kilometer  senilai Rp24 miliar dengan pemenang PT. Hutama Prima.

Namun hasil evaluasi PPK tidak mengeluarkan SPPBJ dengan dalih SKT Surveyer jurusan ijazah teknik mesin harusnya teknik bangunan, kepala dinas (PA) membuat surat pada ULP yang isinya menolak hasil penetapan pemenang dan meminta melakukan evaluasi ulang.

” Ini jelas tidak adil bila dibandingkan dengan kesalahan pada PT. ATP  lantas ada apa dengan oknum DBMTR,  apa dasar hukumnya meminta evaluasi ulang kenapa tidak lelang ulang biar lebih per dan adil, kan sudah jelas pada pembuktian kualifikasi PT. Sartoni Agung dan PT Pandji tidak hadir memenuhi undangan pokja. Harusnya diberi sangsi dong. PT. Hutama Oera menjadi pemenang tunggal, jaminan penawaran habis pertanggal 29 Mei 2016. Kalau tida ada kepentingan oknum DBMTR buat apa evaluasi ulang,” paparnya.

Kata dia masalah itu sudah disampaikan ke Kepala DBMTR bahwa hak itu sebuah sandiwara yang dimainkan oknum pejabat DBMTR Provinsi Banten.

” Jadi pemenangnya adalah perusahaan penyedia jasa PT. Sartoni Agung  yang merupakan perusahaan yang dijagokan oknum pejabat dinas tersebut,” tukasnya. ( Gus/A1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Bermasalah? DBMTR Banten Jalan Lelang Proses Proyek

Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...