Kumala Bakal Rekomendasikan Hasil LK di Desa Tertinggal

915 views

Kegiatan LK1 Kumala PW Rangkasbitung di Kecamatan Sajira

LEBAK, BANTENDAY.com- Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Rangkasbitung melaksanakan Pengkaderan Latihan Kepemimpinan Satu (LK1) .
” Kegiatan yang dipusatkan di SMPN 7 Sajira Kampung Cilaketan Desa Margaluyu Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak itu diikuti sedikitnya 87 mahasiswa dari sejumlah kampus yang berada di wilayah Rangkasbitung,”ungkap Lia Kameliasari Ketua Panitia Jum’at (20/10/2016).
Kata dia kegiatan LK 1 tersbut akan berlangsung tiga hari kedepan dari tanggal 20 sampai 23 Oktober 2016.

“Kegiara LK1 Kumala !lhamdullah di sambut dengan baik warga setempat, kami selaku panitia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materil, juga berterimakasih kepada masyarakat setempat yang telah menerima kedatangan kami. Mudah-mudahan kedatangan Kumala bermanfaat dan membawa kebainkan bagi masyarakat,” harap Lia

Hal yang sama disampaikan Jekjuli Ketua Perwakilan Rangkasbitung kegiatan Lk1 kata dia,  adalah program kerja wajib dan harus dilaksanakan kerena ini proses regenerasi kader untuk meneruskan  kepemimpinan diorganisasi primordial tersebut.
“Setiap orang adalah pemimpin maka Kumala menyiapkan kader-kader untuk menjadi pemimpin masa yang akan datang, kenapa kami melakukan kegiatan di desa Margaluyu ini adalah pertimbangan serta kajian, bahwa ternyata desa Margaluyu yang termasuk ke 340 Desa yang ada di kabupaten Lebak adalah desa tertinggal, yang perlu di perhatikan Pemkab Lebak,” ucap jekjuli.
Sementara Ketua Umum Koordinator Kumala Imam Nurhakim mengatakan kaderisasi di tingkat Perwakilan atau LK1 itu sudah sangat baik untuk proses rekrutmen di setiap tahun mahasiswa yang menjadi anggota Kumala.

” Maka saya berharap kepada calon kader Kumala untuk lebih aktif, LK1 haya kaderisasi formal yang belum seberpa prosesnya, maka kalau kalian mau menjadi pemimpin yang sebenarnya itu harus melalu proses-proses atau tahapan-tahapan,” ungkap Imam,
Masih kata imam Kumala akan menyampaikan rekomendasi yang di sampaikan kepeda pemerintah daerah baik pemerintah Kabupaten maupun pemerintah Provinsi Banten.
” Ternyata Mulai dari segi pendidikan masih banyak angka putus sekolah, di desa Margaluyu ini  masih ada masyarakat yang putus sekolah.  Karena baru beberpa tahun sekolah ada mulai PAUD/TK, SD, SMP dan SMA maka memicu dan masih belum merasa pentingnya pendidikan,  masih banyak warga yang tidak memili MCK hanya bebera rumah masih banyak yang BAB di luaran (dolbon), kemudian masalah air bersih ini sangat sulit sungai jauh dan mata air jarang ketika musim kemarau dua atau tiga minggu saja sudah kekurangan air, pertanian peswahan sering mengalami gagal panen,” kata Imam.( Luk/A1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...