Kejari Rangkasbitung Selidiki Korupsi SPP PNPM Di Kecamatan Kalanganyar

677 views

image

Kepala Seksi Intelijen, Sucipto dan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Roby Arpan, Kajari Rangkasbitung

Bantenday.com, Lebak – Kejaksaan Negeri (Kejari) Rangkasbitung menyelidiki kasus dugaan korupsi penyelewengan dana Simpan Pinjam Perempuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SPP PNPM) sebesar Rp 380 juta di Kecamatan Kalanganyar Kabupaten Lebak. Dalam penanganan kasus ini penyidik juga telah meningkatkan status dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

“Berkas penanganan kasus ini sudah kami limpahkan kepada tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus). Artinya, status penanganan kasus ini telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari setempat, Sucipto, Rabu (6/4/2016).

Menurut dia, meski status penanganan kasus ini sudah ditingkatkan ke penyidikan, namun pihaknya belum bisa menyebutkan siapa calon tersangka dalam kasus ini. Sebab, untuk ranah tersebut pada tim penyidik Pidsus, yang pasti jika sudah memasuki tahap penyidikan aka nada calon yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

“Nanti pada tahap penyidikan di Pidsus juga akan dilakukan ekpose. Nah, disitu lah nanti aka nada calon tersangkannya dan pastinya akan kita sampaikan juga pada publik melalui media,”

Dari hasil penyelidikan yang telah dilakukannya, kata dia, pihaknya menemukan adanya indikasi penyelewengan. Dana tersebut tidak disalurkan kepada masyarakat penerima program dengan rentan waktu periode tahun 2012-2014. Padahal,, seharusnya dana tersebut salurkan secara intensif setiap tahunnya secara bergulir kepada masyarakat.

“Gambaran kronologi kasusnya seperti itu, untuk lebih rincinya kami tidak bisa menjelaskan karena sudah masuk dalam materi,” katanya.

Sementara, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Roby Arpan, membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan berkas penanganan perkara kasus dugaan korupsi SPP PNPM di Kecamatan Kalanganyar dari penyidik Intelijen. Untuk kepentingan proses lanjut kasus ini, pihaknya akan kembali mengagendakan upaya pemanggilan kepada pihak-pihak terkait untuk di mintai keterangan.

“Setelah itu, baru kita menetapkan calon tersangkannya. Yang jelas kita akan lakukan pendalaman lagi di tahap penyidikan ini,” ujarnya.

Sekedar diketahui, DPRD Lebak meminta pemerintah daerah mengevaluasi pelaksanaan dana Simpan Pinjam khusus Perempuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SPP-PNPM). Sebab, di lapangan pengembalian dana tersebut banyak mengalami kemacetan hingga miliaran rupiah.

“Saya kira pemerintah daerah perlu mengevaluasi pelaksanaan dana simpan pinjam perempuan PNPM. Karena, pengembalian dana tersebut di lapangan terjadi kemacetan yang jumlahnya cukup bersar mencapai miliaran rupiah dan itu terjadi di tingkat Tim Pengerak Kecamatan (TPK),” kata Anggota DPRD Lebak, Ari Pramudia. (HZ/a2)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...