JMB Laporkan SMK Darul Hikmah Pandeglang, Ke Gubernur Dan Polda Banten.

666 views

​Poto: Paman Korban Saat melaporkan SMK Darul Hikmah Ke Polda Banten.
Pandeglang, BANTENDAY.com- Diduga tidak sesuai Sertifikasi Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan “Kemendikbud” RI, Wali Murid dan Paman Siswi RYS lulusan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Darul Hikmah, Pandeglang, laporkan Oknum pembuat Blangko Ijazah dan Blangko Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) SMK tahun ajaran 2015-2016 yang di duga palsu.

Adapun laporan aduan yang dilakukan oleh Wali Murid yang di dampingi paman Siswi tersebut karena ada dugaan penerbitan Blangko Ijazah dan SHUN SMK tahun ajaran 2015-2016, tampak Asli tapi Palsu (Aspal) sehingga dianggap merugikan Negara serta peserta didik.

Paman Wali Murid Cecep Solihin, dalam surat laporan pengaduanya mengatakan, yang dilakukannya karena ada kecurigaan pengisian pada Ijazah atau SHUN serta blangko keaslian atau  keabsyahannya diragukan, karena penerbitan blangko Ijazah Sertifikat Hasil Ujian Nasional, khusus untuk SMK, harus hasil proses lelang melalui ‘’Belanja Barang Non Operasional Lainnya Tahun  2016 pada anggaran APBN, namun pengadaan barang pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, dinilai tidak sesuai dengan peraturan ketentuan Balitbang Kemdikbud RI, sehingga kami keluarga menduga blangko tersebut aspal,” ucapnya, Jum’at 14 Juli 2017.

Selain itu cecep menambahkan, RYS adalah putri kami yang lulus dari SMK Darul Hikmah, Pagadungan, Pandeglang, dan sudah mendapatkan Ijazah atau SHUN Tahun Pelajaran 2015-2016, tapi sangat disayangkan Ijazah atau SHUN, terdapat kesalahan penulisan sehingga kami menduga dokumen tersebut diragukan keaslian dan keabsyahannya,
Kepada bantenday.com, Ia juga menambahkan bahwa Operator sekolah menginput data siswa keaplikasi Dapodik terdapat kesalahan, semestinya RYS tetapi ditulis menjadi ” RS ” Repita Yunie Samhuri, jelas ini merugikan peserta diik karena tidak sama dengan NISN dI Dapodik, ungkapnya.

Dijelaskannya kembali, dalam fisik Ijazah atau SHUN SMK Darul Hilmah, atas nama putri saya RYS seperti ada kejanggalan, mulai daru pemasangan photo peserta didik menutupi cap sidik,seperti terkesan adanya pemalsuan, dan pengisian Nama pada Ijazah yang tidak sesuai, jelas ini bertentangan dengan surat dari Direktorat Pembinaan SMK tentang ‘’Petunjuk Teknis Pengisian Ijazah SMK Tahun Pelajaran 2015-2016 Nomor: 2416/D5.3/KR/2016,Tgl, 27 April 2016,” imbuhnya.

Lebih jauh dirinya menerangkan, tanda tangan atau stempel dan Nama Kepala Sekolah SMK Darul Hikmah di Sertifikat Hasil Ujian Nasional putri kami, tegas itu bukan kewenangannya, karena peserta Didik SMK Darul Hikmah, ikut Ujian Nasionanya di SMK Latahzan Pandeglang sebagai Pelaksana Ujian Nasional, sedangkan pada fisik SHUN atas nama putri kami, tertera tanda tangan Kepala Sekolah SMK Darul Hikmah, itu sangat bertentangan dengan surat Edaran Kepala BSNP “Badan Standar Nasional Pendidikan” No:0004 /SDAR/BSNP/IV/2012,Tanggal 19 April 2012 dan Surat BNSP Nomor:0007/ SDAR/BSNP/IV/2012, Tanggal, 28 Mei 2012,” pungkasnya.

RYS putri kami, saat in sedang melanjutkan pendidikanya di Universitas Muhamadiyah Surakata (UMS) Semester III, bersama keluarga memohon Gubernur Banten untuk menugaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi beserta Jajarannya agar dapat menerbitkan Surat Keterangan Proses Perbaikan Blangko Ijazah atau Sertifikat hasil Ujian Nasional, untuk diserahkan kepihak Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), padahal kami keluarga sudah menyampaikan perihal tersebut.

“Kami khawatir anak kami akan terkena sangsi pemecatan dari universitas, karena sampai saat ini, Universitas belum menerima Ijazah dan Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) Aslinya dan  hal ini sudah berjalan 1 (satu) tahun, namunpihak sekolah SMK Darul Hikmah terkesan tidak ada itikad baik atau memperbaiki kesalahanya.”
Di bagian lain ketua Aktivis JMB Provinsi Banten Cecep Solihin, yang merupakan paman  korban meminta, pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Banten, khususnya pejabat dilingkungan dinas pendidikan Kebudayaan Banten yang telah mengeluarkan, Mengedarkan, Blanko Ijazah SHUN Tahun 2016, beserta pelaksana lelang penyedia barang dan Jasa sebagai pemenang tender. 

Karena diduga blanko tersebut tidak sesuai dengan Standar Nasional, akibatnya Putri kami RYS mengalami sanksi dari Pihak Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk tidak mengikuti Skripsi dan Wisuda, agar hal ini jangan terjadi pada peserta didik lainya,tegasnya Cecep ( K1 )

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Comments are closed.