Jalan Tanah, Warga di Lebak Terisolir    

977 views

 

image

Kondisi jalan poros desa Serdang-Bantar Kidang Kecamatan Panggarangan terisolir. (bantenday.com)

Lebak, Bantenday.com – Jika di jantung kota Rangkasbitung dan sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Lebak, pengguna jalan begitu nyaman berkendara diatas hamparan hotmix dan cor beton.

Namun, jauh di belahan bukit Kabupaten Lebak selatan, ribuan warganya menjerit seakan termarginalkan, sebab untuk menikmati jalan layak guna saja laksana mimpi disiang bolong. Dimana jalan poros desa Serdang- Bantar kidang Kecamatan Panggarangan, masyarakatnya telah sejak lama didera sulitnya medan jalan.

Eksesnya, masyarakat setempat mengklaim pemerintah lamban, terutama dalam melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, khususnya alokasi anggaran infrastruktur jalan ke kawasan perdesaan.     

Surdi, salah seorang warga Bantar kidang, saat disambangi, mengaku miris jika dirinya melihat kondisi jalan poros desa di kampungnya. Selain hanya berupa hamparan tanah merah, badan jalan juga belum memiliki drainase, karena saat pembuatan badan jalan, warga hanya menggunakan alat seadanya.   

“Karena badan jalannya hanya berupa tanah merah, tak adanya drainase jalan. Sebab, saat pembuatan badan jalan, itu dilakukan masyarakat dengan alat seadanya, sehingga kalau hujan jalan sangat licin, dengan gumpalan lumpur yang terbawa air dari tebing di kanan kiri jalan,” katanya, pada wartawan, Rabu (25/05/2016) di sela-sela aktivitas berladangnya.

Senada di tuturkan Suwarna, seorang tenaga pengajar di SDN Gunung Gede 02, diakuinya bahwa akses jalan poros desa Serdang-Bantar kidang, merupakan akses jalan yang kerap dilalui anak didiknya. Dari jalan tersebut, siswa melanjutkan perjalannya melintasi kali, lagi-lagi siswa harus turun ke kali bertelanjang kaki.

“Untuk menuju kesekolah, siswa kami harus melintasi jalan licin, kemudian menyebrangi kali. Ya, karena disini tak ada jembatan pak, makanya kami kerap mengkhawatirkan keselamatan siswa kami, terutama saat hujan berakibat air kali pun pasang,” tuturnya, terkesan risih.              

Masih menurut Suwarna, bahwa sekolah tempatnya mengajar  saat ini,  menampung siswa didik dari empat kampung, yaitu Leuwi Jengkol, Cikacapi, Bantar kidang dan Cibeber.

Mayoritas, siswa didiknya berasal dari komunitas keluarga yang tingkat perekonomiannya kurang mampu, alhasil ini menjadi tolok ukur, seberapa besar kemampuan masyarakat dalam berswadaya secara materil, khususnya untuk membangun jalan poros desa Serdang-Bantar kidang.

“Jujur, kalau saja kami dan masyarakat disini mampu secara ekonomi, mungkin sudah sejak lama jalan ini kami bangun. Karenanya, kami berharap pemerintah mendengar sejatinya kesulitan kami akan akses jalan,” ujar Suwarna.(Dede/A3)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

di Lebak Terisolir Jalan Tanah Warga    

Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...