Jalan JB Rusak, Warga Mengeluh

1289 views
image

Warga gotongroyong bersihkan drainase jalan jayabaya

Bantenday.com, Lebak – Warga desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, meminta kepada pemerintah daerah untuk mengaspal jalan poros desa Jayabaya yang menghubungkan desa Selaraja dengan desa Sukarendah sepanjang 3 klometer.

Pasalnya, sejak pertama kali diaspal lebih dari 10 tahun lalu, ketika pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten Lebak tahun 2004 lalu, hingga kini jalan poros desa yang mengambil nama mantan bupati Lebak Mulyadi Jayabaya (JB) itu tidak pernah tersentuh perbaikan.

“Kami sudah sering mengajukan proposal perbaikan kepada dinas Bina Marga, namun hingga kini belum mendapatkan respon,” ujar Emboy Cahyana, kepala desa Selaraja kepada wartawan, Minggu (24/4/2016).

Kondisi jalan Jayabaya yang berjarak 8 KM dari pusat kota Rangkasbitung kini sangat memprihatinkan. Selain jalan yang berlobang, juga drainase terjadi penyempitan, sehingga saat turun hujan,air dari jalan yang rusak itu masuk ke pekarangan rumah penduduk.

‘’Kami berharap jalan ini segera dibangun. Mudah-mudahan dibawah pimpinan bupati Iti Octavia Jayabaya, jalan ini bisa dibangun. Kami sudah sering mengajukan pembangunan jalan ke Bina Marga, tetapi tidak ada realisasinya,’’ ungkap Emboy.

Melihat kondisi jalan yang kian rusak parah, ditambah terjadinya penyumbatan di drainase,warga melakukan gotongroyong membersihkan drainase dan membongkar gorong-gorong yang selama ini menjadi titik tersumbatnya saluran air ketika turun hujan.

“Kalau kita terus mengharapkan bantuan dari pemerintah, belum tentu kapan akan terealiasi.Akhirnya, warga secara gotongroyong melakukan pembersihan drainase dan membongkar gorong gorong, dan dibangun kembali secara sawdaya oleh masyarakat,” katanya.

Senada dikatakan Nunung, salah seorang warga setempat menuturkan, kondisi jalan Jayabaya yang kini rusak parah sangat memprihatinkan, karena jalan itu mengambil nama mantan bupati Lebak dua periode Mulyadi Jayabaya dan kerap dilalui oleh pejabat saat perayaan hari-hari besar nasional.

”Padahal jalan ini sering dilalui oleh pejabat, terutama saat perayaan hari besar nasional yang biasanya dipusatkan di lapangan olahraga alun alun jalan Jayabaya,” kata Nunung.

Selain kerusakan jalan,penerangan jalan umum (PJU) di jalan Jayabaya juga sudah lama rusak dan tidak ada perbaikan dari Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Lebak.Sehingga ketika malam, ruas jalan poros desa itu gelap gulita.

“Lengkap sudah penderitaan warga yang berdomisili di jalan Jayabaya.Selain jalan rusak, lampu penerangan jalan juga sudah lama rusak dan tidak ada perbaikan,” ungkap Dadi, seorang warga lainnya.(kho/a1).

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...