IWO Lebak Minta Polisi Usut Kasus Dugaan Pengeroyokan Wartawan

611 views

Ilustrasi/net
LEBAK, BANTENDAY. com– Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Lebak Asep Alibuni meminta penyidik Polsek Bayah mengusut tuntas kasus dugaan pengeroyokan yang dialami salah seorang wartawan media online TitikNol Gusrian yang sedang bertugas di Lebak Selatan.


Asep Alibuni menyesalkan kejadian tindakan kekerasan terhadap wartawan saat melakukan tugas jurnalistik yang dilakukan oleh oknum Kades Darmasari tersebut.

“Jik benar kekerasan itu terjadi, kami (IWO) Lebak sangat menyayangkan dan menyesalkan. Kami juga mengutuk keras adanya kerkerasan yang dialami Gusrian wartawan Titiknol online. Kami berharap penyidik Polsek Bayah serius mengungkap dan mengusut tuntas kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum Kades Darmasari beserta dua orang lainnya,” tegas Asep Alibuni,  Rabu (17/01/2018).

Sementara Kepala Desa Darmasari, Kecamatan Bayah Ahmad Yani saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan WhatsAppnya membantah, bila dirinya disebut melakukan penganiayaan dan pengeroyokan kepada Gusrian seorang wartawan media online TitikNOL.

“Oh ini pak, sebenernya itu masalah  terkait pasir dan bukan pula pengoroyokan, itu sangat mengada -ngada. Kami percaya, wartawan bisa menyikapi permasalahan. Itu terlalu pak, kronologisnya bukan itu. Tapi naik beritanya di media lain, malah dari pihak keluarga kami pun dan warga akan melapor balikan tentang berita dan sangat terlalu berlebihan menjustis kami, kok enggak nyambung kejadian dengan berita,” ujar Ahmad Yani melalui WhatsAppnya.

Ahmad Yani mengaku, kehadirannya selaku Kades bersama anaknya dan temannya bernama Ronal ke lokasi pasir  saat itu, adalah untuk melerai kesalahpahaman antara ketua RW setempat dengan Gusrian wartawan online TitikNOL.

“Saya datang untuk menyelesaikan cekcok mulut pak, kalau terkait tambang pasir, ijin lingkungan sedang ditempuh di Provinsi pak,” kilahnya.

Sekedar diketahui dugaan pengeroyokan dan kekerasan yang menimpa Gusrian terjadi, saat Gusrian sedang berada di lokasi pasir di Kampung Pulomanuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah sekitar jam 15.00 WIB, kemarin. Guna melakukan konfirmasi terkait penutupan tambang pasir yang dilakukan ketua RW. 

Namun Gusrian malah diduga di aniaya dan dikeroyok oleh oknum Kades setempat bersama salah seorang anaknya bernama Epen dan Ronal teman Kades setempat.

Akibat dugaan penganiayaan dan pengeroyokan itu, Gusrian mengalami sejumlah luka di bagian leher, dagu dan pelipis pipi sebelah kiri. Atas kejadian itu, Rian panggilan akrabnya langsung melakukan Visum dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Bayah. (AR) 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Comments are closed.