Ssst! KTP Lebak Tuding Porkab II Ada Dugaan Pungli

482 views

Bupati Lebak Iti Oktavia Jayabaya  didampingi Wakil Bupati Ade Sumardi Dan Kadispora Uus Sutisna saat Lepas Burung Merpati Sebagi Tanda di bukanya Porkab II Lebak  ( Foto : Bantenday)

 

 

 

LEBAK, BANTENDAY.com – Penyelenggaraan Pekan olah raga kabupaten (Porkab) II Kabupaten Lebak, menuai kritik dari sejumlah kalangan. Pasalnya, Porkab yang berlangsung sejak 24 hingga 29 Juli 2017 bertempat di stadion Ona Rangkasbitung tersebut, diduga dimanfaatkan oleh segelintir oknum dengan menarik  dana partisipasi dari setiap sekolah maupun desa untuk kegiatan tersebut.

 

 

“ Jika setiap desa maupun sekolah dilibatkan dalam kegiatan Porkab hanya sebatas mengirimkan peserta ataupun atlet, itu sah-sah saja. Tetapi, apa yang kami temukan dilapangan, setiap desa maupun sekolah dipinta iuran partisifasi untuk kegiatan Porkab oleh oknum panitia dilapangan,” kata Ketua Bidang Advokasi dan Mediasi Komisi Transparansi dan Parsitifasi (KTP) Lebak, Agus Ider Alamsyah,  kepada bantenday.com. Rabu (26/7/2017).

 

 

Menurut dia, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tidak diatur tentang anggaran untuk parsitifasi tersebut. Artinya, dana iuran yang ditarik dari desa yang nilainnya sebesar Rp 700 ribu rupiah  hingga 1 juta setiap desa telah menyalahi aturan dan itu bisa disebut sebagai pungutan liar (pungli), masuk dalam katagori tindak korupsi. Hal ini juga tidak selaras dengan Peraturan daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2004, sebagaimana dirubah menjadi Perda Nomor 2 Tahun 2012  tentang tranparansi dan partisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan pembangunan di Kabupaten Lebak.

 

“Ini sama dengan pungli, karena memang kegiatan Porkab sudah dianggarakan sebesar Rp 1 miliar dari APBD. Jadi tidak pantas jika dilapangan setiap desa mapun sekolah diminta dana partisifasi untuk kegiatan Porkab,” katanya.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala dinas pemuda dan olahraga (Dispora) setempat, Uus Sutisna membantah, jika panitia meminta iuran untuk partisipasi dari setiap desa mapun sekolah untuk kegiatan Porkab. Jika pun itu terjadi, mungkin kecamatan sebagai kepanjangan dari desa, sementara pihak panitia tidak ada kaitannya dengan pihak panitia mengenai masalah itu.

 

“Dari panitia nggak ada yang meminta iuran ke desa, karena Porkab sudah ada anggarannya. Kalau dari kecamatan minta ke desa, bukan urusan kita itu mah,” ujarnya.

 

Terpisah, dihubungi melalui sambungan telpon, Ketua Paguyuban Camat  Lebak, Sehabudin enggan memberikan komentar terkait persoalan tersebut.”Maaf saya sedang rapat dulu, nanti aja konfirmasinya,” ucapnya. (LNH)

 

  • Penulis : Bantenday
  • Editor   : Lukmanul Hakim
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...