Home Industri Ekstasi Kemasan Mie Instan di Tangerang Digerebek BNN

3440 views

Irjen Arman Depari, Deputi Penindakan BNN ( poto: poskota)


TANGERANG,BANTENDAY.com – Diduga menjadi tempat pembuatan narkotika, sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Neglasari Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten digrebek petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Rabu, (28/9/2016).

Dari hasil penggerebekan petugas mendapati dua ribu lebih narkotika jenis ekstasi siap edar yang dibungkus dalam kemasan mie instan dan juga kopi.

“ Ini merupakan jaringan narkotika yang dikendalikan oleh seorang napi dari dalam lapas Tangerang,” ungkap Irjen Arman Depari, Deputi Penindakan BNN.

Kata dia, penggerebekan dilakukan di salah satu rumah kontrakan di kawasan Neglasari Tangerang Banten yang diduga sebagai tempat pembuatan narkotika jenis ekstasi.

Dari dalam rumah kontrakan berukuran 4×6 meter pesegi tersebut satu orang penghuni dengan inisial AC diamankan sebagai tersangka, ia merupakan residivis atas kasus yang sama setahun silam.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti lainnya seperti bahan baku utama pembuatan ekstasi, alat pencetak, telepon seluler dan dua ribu butir ekstasi yang susah jadi.

“Untuk mengelabui petugas tersangka mengemas barang haram ini dengan menggunakan bungkusan mie instan dan kopi, serta memasoknya hampir ke seluruh nusantara,” paparnya.

Penggerebekan yang dilakukan petugas BNN juga menyita perhatian warga sekitar,  warga yang penasaran mengerumuni lokasi yang berada di tengah sawah tersebut.

“Dari hasil pemantauan pengiriman perkursor atau alat pembuat ektasi kami menggrebek tempat ini, selanjutnya diamankan seorang pelaku bernama AC dengan barang bukti lebih dari 2000 ektasi dan bahan serta alat pembuatnya. Dari pengakuan pelaku diketahui jika peredaran narkotika ini dikendalikan oleh seorang napi di lapas tangerang berinisial AT,” katanya.

Barang bukti yang sudah disita selanjutkan akan dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui kadar kimia yang terkandung dalam obat terlarang tersebut. 

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat dengan undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkortika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. (Gus/a5)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...