Gubernur: Saya Ingin Kualitas Pendidikan Banten Meningkat

326 views

                  Gubernur Banten Wahidin Halim

SERANG, BANTENDAY.com – Gubernur Banten Wahidin Halim mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah tingkat SMA/SMK/SKH se-Provinsi Banten di Aula Bappeda, KP3B, Kota Serang, Senin 19 Juni 2017.
 
Dalam arahanya, Gubernur menguraikan beberapa poin penting yang harus dijadikan perhatian baik oleh Dindikbud maupun Kepala Sekolah SMK, SMA dan SKH di Provinsi Banten. Secara rinci ia menuturkan agar Kepala Sekolah harus bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas.
 
“Guru itu tugas mulia, profesi kebanggaan bagi kita, keluarga dan masyarakat.  Sebagai kepala sekolah, kita harus memberikan contoh disaat susah dan senang. Sampai sekarang saya tetap hormat terhadap guru,” kata Wahidin.
 
Gubernur Wahidin menegaskan, seiring pengalihan kelola SMA/SMK oleh Pemerintah Provinsi Banten, Pemprov Banten berkomitmen untuk pemerataan kualitas pendidikan di seluruh daerah di Banten. Salah satunya, Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan memeratakan kualitas pendidikan di Banten juga mendorong fasilitas perbaikan infrastruktur pendidikan.
 
“Saya masih melihat ada sekolah bahkan SMK masih numpang di SD. Saya sudah bilang ke Kadis, bangun tahun ini, atau siapkan tanahnya. Anggarkan ke kepala UPT atau Kadisnya, mereka harus tau mana daerah-daerah yang masih belum ada sekolah atau yang rusak,” ujarnya.
 
“Dua atau tiga tahun ini saya punya komitmen mendirikan sarana dan prasarana pendidikan yang baik. Kasian guru sekolah ngajar atapnya bocor, nanti akan saya bangun konsep sekolah bertingkat, tangguh dan halamanya bagus, sarananya lengkap. Saya berprinsip, saya akan buat gedung yang baru, yang tingkat biar keren,” sambung gubernur sapaan akrab  WH. 
 
Ia mengakui, bahwa pekerjaan rumahnya sebagai Gubernur Banten masih cukup banyak dan akan diselesaikan satu per satu. Mantan Walikota Tangerang dua periode itu mengingatkan kepada para guru maupun kepala sekolah untuk tidak melakukan berbagai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme guna memperoleh suatu jabatan tertentu.
 
“Saya berkomitmen, kedepan bukan hanya membangun sekolah tetapi mensejahterakan para gurunya, memberikan pelayanan pendidikan kepada rakyat. Menjadikan guru yang memiliki karakter, tidak mencari kekayaan tapi mencari kecukupan. Saya juga ingatkan jangan memungut biaya kepada siswa yang tidak mampu, karena ketidakmampuan dia terus kita tidak berikan hak kepada mereka. Jangan,” tegasnya.
 
Mantan anggota DPR  RI itu juga menyampaikan pentingnya suasana kegiatan belajar dan mengajar (KBM) yang nyaman dan para insan pendidikan Banten diminta memperhatikan metode pembelajaran, serta kemampuan menyampaikan materi pelajaran yang mudah dipahami oleh peserta didik.
 
“Jangan ada lagi sekolah ambruk, sekolah rusak, ciptakan suasana belajar yang nyaman, susana kerja yang baik. Saya gak mau dengar lagi BOS terlambat, apapun alasannya dahulukan buat mereka, jangan sampai ditunda, harus tepat waktu,” ujarnya.
 
“Penerimaan siswa baru kedepan jangan sampai lagi begini..stafnya harus siap, konsultannya harus siap. Kedepan tidak alasan lagi, kita harus pro aktif, karena menangani sekolah tidak gampang,” tambahnya.
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Engkos Kosasih mengatakan, sejak masa transisi pelimpahan wewenang dari Kabupaten dan Kota ke Provinsi, pihakya terus melakukan koordinasi dan konsolidasi dalam dengan seluruh kepala sekolah, hal ini dilakukan dalam rangka percepayan pelayanan pendidikan di banten khususnya SMK, SMA dan SKH. 
 
“Kita dituntut agar pendidikan di banten kedepan harus maju, bangkit dan berkembang yang berlandaskan akhlakul karimah sesuai visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang baru,” kata Engkos seraya menyebutkan Kepala Sekolah yang hadir sebanyak 230 orang, terdiri dari 148 SMA, 75 SMK dan 7 SKH. (LNH) 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Comments are closed.