Elpiji 3 Kilogram Mahal, Jaelani: Pemkab Lebak Acuh

198 views

                              ilustrasi/net

LEBAK, BANTENDAY.com- Aktivis Front Aksi Rakyat Banten (Fakrab) Menilai Pemkab Lebak seolah acuh dengan kondisi harga elpiji 3 Kilogram  Pasalnya, sampai saat ini Pemkab ternyata tak belajar dari pengalaman terkait cara mengelola tata niaga lokal di lapangan. 

Jaelani Ketua Divisi Kajian Publik Fakrab mengatakan  kecenderungan Pemkab terkesan masa bodoh dalam menyikapi setiap dinamika negatif tata niaga yang ujungnya cenderung membebani masyarakat sebagai konsumen.

 

“Alhasil harga komoditi kebutuhan pokok acap kali mengalami kenaikan tanpa bisa dikendalikan dengan baik Saat situasi ini terjadi Pemerintah daerah biasanya melempar tanggung jawab penyelesaian kepada pemerintah pusat tanpa sempat mengambil langkah konkret apapaun,” ungkap Jaelani. kepada bantenday. com Jum’at, 16 Juni 2017.

 

Ditambahkannya,  Masalah buruknya tata kelola niaga di Lebak sudah berlangsung cukup lama Parahnya, selama itu pula pemerintah daerah seolah enggan berusaha memperbaikinya salah satu bukti nyata buruknya pengelolaan tata niaga di Lebak dibuktikan dengan ketidakstabilan harga, terkait tata kelola perniagaan gas elpiji ukuran 3 kilogram yang banyak dikeluhkan masyarakat saat ini.

 

“ Keluhan ini nyaris tak pernah dapat diselesaikan dengan baik, Pemda seolah tutup mata. Sekarang saja harga gas elpiji 3 kg di Rangkasbitung mencapai Rp. 23.000,”sesalnya

Bahkan parahnya ada yang menjual dengan harga sangat tinggi jauh lebih tinggi dari ketentuan harga eceran tertinggi  yang telah ditetapkan pemerintah. 

“ Bayangkan saja jika di kota saja sudah mahal, apalagi di daerah Lebak selatan maupun Lebak utara serta daerah pelosok lainnya,” pungkas Jaelani. (LNH)