Dua Tersangka Dilepas Rutan Rangasbitung, Ini Kata Kapolsek Cibadak Lebak

653 views

​poto: Kapolsek Cibadak, AKP Dadang Junaedi. Doc, Kiki

Lebak, BANTENDAY.com

Isu dua pemuda asal Lebak tersangka kasus pencurian Jetpum di Kampung Kaloncing, Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak Banten, yang di lepas pihak Rumah Tahanan Rangkasbitung membuat tanya besar masyarakat, mengingat kasus tersebut hingga saat ini masih dalam proses persidangan, serta tudingan kepada penyidik Polri dari team Advokat JATRAMADA adanya dugaan rekayasa yang terkesan dipaksakan terhadap pelaku bernama Epul dan Eli, menjadi viral di masyarakat luas, yang membuat Kapolsek setempat angkat bicara.

Menurut Kapolsek Cibadak AKP Dadang Junaedi saat di temui di ruang kerjanya seusai menghadiri temu pisah murid di salah satu ponpes di wilayahnya kamis 13 Juli 2017, kepada bantenday.com di dampingi penyidik Polsek mengatakan, pihaknya sudah maksimal dalam menjalankan tugas untuk mengayomi masyarakat sesuai prosedur tetap atau PROTAP Kepolisian RI.

Adapun para pelaku yang sudah di tetapkan sebagai tersangka dan terdakwa di pengadilan negeri rangkasbitung, dimana kini telah di rumahkan karena di bebaskan pihak Rutan, itu sudah menjadi ranah wewenang Kejaksaan Negeri Lebak, bukan lagi ranah Kepolisian. Mengingat berkas Berita Acara Perkara ( BAP ) Pelaku, Saksi dan Barang bukti dari penyidik Polsek Cibadak yang di kirim ke Kejaksaan untuk di hadirkan dalam persidangan sudah di nyatakan P21 atau lengkap oleh Penyidik Kejaksaan.

“Itu sudah menjadi kewenangan kejaksaan sejak berkas dinyatakan P21, perihal dua terdakwa tersebut kini sudah berada di rumah, mungkin masa tahanan yang tidak di perpanjang, sehingga Rutan Rangkasbitung melepaskan terdakwa, bukan berarti mereka bebas berdasarkan putusan hakim pengadilan”. Pungkas Dadang.

Selain itu Kapolsek menambahkan pihaknya membantah keras adanya tudingan Advokat Jatramada, yang menghembuskan isu bahwa banyaknya kejanggalan pemeriksaan, serta keterangan saksi yang berbeda saat di persidangan, karena anggotanya telah melakukan tugas negara sesuai prosedur pemeriksaan Kepolisian, dari menerima laporan korban Pencurian, Memanggil Saksi dan Menghadirkan Barang Bukti.

Ada pun keterangan saksi di persidangan berubah tidak sesuai BAP seperti yang di katakan pengacara, itu merupakan hak mereka dan kebohongan, saksi yang akan mempertanggung jawabkan di dunia dan akhirat atas kebohonganya memberikan kesaksian di persidangan, tegasnya.

Di bagian lain, pihak Kejaksaan Negeri  Lebak kepada bantenday.com 13 Juli 2017, menyebutkan, dua terdakwa kasus pencurian Jetpum yang sudah di lepaskan dari tahanan Rutan belum bebas secara hukum melalui putusan Hakim PN, dan bukan kewenangan JPU ” Jaksa Penuntut Umum” mengingat para terdakwa Ali dan Epul sudah menjadi tahanan titipan Pengadilan Negeri Rangkasbitung di Rutan, maka yang seharusnya melayangkan surat perpanjangan penahanan ke rutan adalah PN. Jawabnya. ( K1 )

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Comments are closed.