Dua Gadis Asal Lebak Jadi Korban Human Traficking, Sempat Dicabuli Biksu

607 views

I

ilustrasi/net


LEBAK, BANTENDAY.com- Dua anak gadi masih di bawah umur L (14) asal Kecamatan Sobang dan J (12) Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten menjadi korban human trafficking (perdagangan manusia).Keduanya diduga akan dijual ke Singapura oleh sindikat perdagangan manusia. Beruntung, L dan J berhasil diselamatkan.

Kepala Dinas Sosial Lebak Eka Darmana mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah salah satu paguyuban pasundan di wilayah Batam yang melaporkan ada dua gadis asal Lebak di wilayah tersebut.

“Kita langsung tindak lanjuti dan konslutasi dengan bupati untuk segera dilakukan penjemputan,” ujar Eka kepada awak media, Jumat (8/9/2017).

Kedua gadis tersebut berhasil dipulangkan setelah pihak kepolisian Borelang berhasil menciduk tiga pelaku sindikat perdagangan manusia yang diketahui sudah beraksi sejak tahun 2016.

Bagaimana L dan J nyaris menjadi korban human trafficking? Pada tanggal 9 Agustus 2017, seorang warga Cipanas Lebak bernama Rokhayah menjanjikan L dan J bekerja.

Keduanya kata Eka dijanjikan bekerja di sebuah vihara dan toko di wilayah Jakarta dengan gaji Rp1,5 juta. Terbujuk dengan rayuan Rokhayah, L dan J berangkat ke Jakarta.

Setibanya di ibu kota, L dan J tidak langsung diantar ke tempat kerja yang dijanjikan. Keduanya justru disekap di sebuah hotel selama 1 minggu sebelum akhirnya dibawa ke Batam bersama 6 gadis lainnya yang berasal dari daerah lain.

“Di Batam ini paguyuban pasundan yang ada di sana melihat dua orang gadis di salah satu vihara. Karena curiga, oleh paguyuban ini diintai dan dipastikan bahwa itu warga Lebak yang diduga kuat akan dijual ke Singapura,” ungkap Eka.

L dan J akhirnya berhasil dikeluarkan dari vihara tersebut dan dibawa ke kantor polisi untuk keamanan. Rabu (7/9), keduanya dipulangkan dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.- L (14) dan J (12) warga Lebak kini bisa berkumpul kembali bersama keluarga. Keduanya, berhasil diselamatkan dan dibawa pulang ke kampung halaman setelah nyaris menjadi korban perdagangan manusia.

Meski berhasil diselamatkan, namun ada kisah yang memilukan yang dialami kedua gadis yang masih di bawah umur yang dijanjikan bekerja di sebuah vihara dan toko di bilangan Kota Jakarta oleh seorang warga Cipanas Lebak bernama Rokhayah.

Berangkat ke Jakarta pada 9 Agustus 2017 lalu karena tergiur dengan gaji Rp1,5 juta yang dijanjikan oleh Rokhayah, L dan J justru disekap di salah satu hotel di Jakarta selama 1 minggu.

Bukan mendapat pekerjaan, di hotel tersebut L dan J justru dicabuli oleh seorang oknum biksu bernama Hendra. “Ya, keduanya mengaku sudah digauli selama berada di hotel itu,” kata Eka

Tak hanya dicabuli, Hendra juga memaksa L dan J berganti nama dan harus mengikuti semua permintaannya. “Mereka dipaksa agar mengganti nama. Mungkin agar tidak bisa dideteksi,” sebut Eka.

Sepekan di Jakarta, L dan J kemudian diterbangkan ke Batam. Dari Batam keduanya diduga kuat akan dijual ke Singapura. Ironinya, di Batam, keduanya juga mendapat perlakukan yang sama seperti saat berada di Jakarta. Dua remaja putri ini kembali dicabuli oleh Bagas yang diketahui sebagai asisten biksu Hendra bernama Bagas.
“Paguyuban yang berhasil menyelamatkan mereka mendapati pelaku saat meniduri salah satu korban. Pelaku langsung dibawa ke kantor polisi Borelang,” katanya
Setelah dilakukan pengembangan, petugas kemudian menangkap Hendra dan Rokhayah. “Rokhayah ini perannya makelar,” imbuhnya.(A1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...