Ditolak Warga Cilegon, GPMKS Kemenpora Pindah Ke Kota Serang

1153 views

Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS) saat gelar Acara di GOR Stadion Maulana Yusuf Ciceri Kota Serang (Foto: Oman Rohmawan Bantenday.com)

 

SERANG, BANTENDAY.com – Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS) dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ditolak oleh warga kota Cilegon. Acara yang menghadirkan para pemuka agama dan pemuda dari berbagai agama tersebut akhirnya dipindahkan ke Kota Serang, yaitu di Gelanggang Olahraga (GOR) Stadion Maulana Yusuf. Selasa (21/11/17).

Yusup Soufi, Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Pemuda Dispora Provinsi Banten yang hadir pada acara tersebut membenarkan bahwa acara gerakan pemuda membaca kitab suci yang diselenggarakan oleh Kemenpora itu semula untuk wilayah Provinsi Banten akan diselenggarakan di Kota Cilegon, namun mendapatkan penolakan dari warga kota Cilegon.

“Kebetulan titik singgahnya untuk provinsi Banten di Cilegon, dan kegiatan salah satu rangkaiannya adalah pembacaan kitab suci dan dilaksanakan di Kota Serang,” ujar Yusup.

Menurutnya acara ini pertama kali dilaksanakan di Banten dan merupakan  rangkaian dari kirab pemuda nusantara tahun 2017, yang bertujuan untuk mempersatukan para pemuda dari semua agama yang ada di Banten. Selain itu, saling mengenal pemuda antar umat beragama agar terjalin kerukunan serta cinta damai untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, rangkaian kirab pemuda nusantara. Jadi GPMKS ini dilaksanakan di Serang.” ujarnya.

Ditambahkan Yusuf, tujuan kegiatan tersebut tidak lain untuk mempersatukan para pemuda dari semua agama, dari enam agama yang ada di Banten. Dari mulai agama Islam, Hindu, Kristen Protestan, Katolik, Konghucu dan Budha.

“Ini tiada lain adalah untuk saling mengenal dan tidak ada paksaan pada agama yang lain mempengaruhi untuk memeluk agamanya artinya untuk mempengaruhi kepercayaan kepada yang lain. Ini semata-mata untuk keutuhan kebersamaan sesama pemuda. Jadi dengan kegiatan pembacaan kitab suci ini agar para pemuda ini tetap bersatu dan cinta damai dan dapat mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut hadir para Pemuka Agama dari Agama Hindu, Budha, Islam, Kristen Protestan, Katolik dan Konghucu. Dihadapan ratusan pemuda dan pemudi peserta dari enam agama itu, para pemuka agama melakukan do’a secara bergiliran yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kitab suci yang diikuti oleh peserta masing-masing agama. Setelah itu, pemuka agama membacakan makna dari isi kitab yang dibacakan itu. Selain itu, para pemuka agama mengajak kepada seluruh peserta antar umat beragama agar senantiasa menjaga  kerukunan umat beragama. (OR)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...