Distamben Banten Dituding Lemah Awasi Pencurian Pasir Di Pulau Tunda

1510 views
image

Inilah penampakan pulau Tunda

Serang, bantenday.com – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Banten dinilai lemah dalam pengawasan di pulau Tunda. Padahal di pulau itu dianggap rawan pencurian pasir laut. Yang lebih parahnya Distamben Banten dinilai sengaja membiarkan perusahaan penambangan yang tidak memiliki izin untuk melakukan penambangan pasir laut.

Ironisnya perusahaan yang jelas-jelas memiliki Surat Izin Kerja Keruk (SIKK) yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan sedang melakukan proses perpanjangan izin di Distamben Provinsi Banten, malah dilarang melakukan penambangan.

“Distamben Provinsi Banten diskriminasi terhadap perusahaan penambangan. Perusahaan yang tidak ada izin diperbolehkan melakukan penambangan, tapi yang ada izin dan sedang proses perpanjangan malah tidak digubris,” ujar Ketua Paguyuban Assalam, Suryanto, Senin (28/3/2016).

Kata dia, perusahaan yang sedang melakukan perpanjangan izin di Distamben Provinsi Banten itu adalah Koperasi Tirta Niaga Pantura. Dalam melakukan perpanjangan izin, Koperasi tersebut mengaku telah memenuhi semua persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Namun anehnya kata dia, Distamben Provinsi Banten tetap tidak mengeluarkan perpanjangan izin.

“Ini jelas melanggar UU Minerba, kalau semua persyaratan sudah dipenuhi, tidak ada alasan bagi Distamben Provinsi Banten, untuk menghalang-halangi,” ujarnya.

Warga Desa Wargasara, satu-satunya desa di Pulo Tunda, juga kecewa dengan sikap Kepala Distamben Provinsi Banten, Eko Palmadi, yang belum juga mengeluarkan izin perpanjangan untuk Koperasi tersebut. Padahal kat dia, yang mengawali CSR penambangan pasir laut bagi masyarakat Desa Wargasara adalah Koperasi Tirta Niaga Pantura.

“Kami kecewa karena izin perpanjangan Koperasi Tirta Niaga Pantura belum juga dikeluarkan,” ujar Kepala Desa Wargasara, Syamsul Bahri.

Diakui Syamsul, warganya sangat merasakan manfaat CSR yang diberikan Koperasi Tirta Niaga Pantura. Dengan adanya CSR itu salah satunya tempat ibadah di Desa Wargasara menjadi lebih besar.  Selain itu lanjutnya warga desa setempat juga bisa menikmati listrik.

“Banyak manfaat CSR dari Koperasi Tirta Niaga Pantura, mesjid jadi lebih besar dan masyarakat dapat menikmati listrik,”ujarnya.

Ditempat terpisah Kepala Distamben Provinsi Banten, Eko Palmadi, mengatakan bahwa pihaknya hanya diwarisi masalah dalam penambangan pasir laut  oleh Kabupaten Serang.

“Kami hanya diwariskan problematika penambangan pasir laut oleh Kabupaten Serang,” ungkap Eko. (Dhan/a1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...