Dishubkominfo Banten Kesulitan Awasi Truk Over Tonase

1353 views
image

Kepala Dishubkominfo Provinsi Banten, Revri Areos

bantenday.com, Serang – Kepala
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten, Revri Areos mengakui pihaknya kesulitan dalam melakukan pengawasan pada sejumlah ruas jalan milik Banten yang ada dikabupaten/ kota sepanjang 300 kilometer.

Salah satu penyebabnya kata dia, lantaran terkendala dengan sedikitnya petugas yang mengawasi arus transportasi yang melintasi sejumlah ruas jalan milik Pemprov tersebut.

” Kami hanya memiliki personil sebanyak 30 orang, dari jumlah personil itu harus mengawasi sepanjang 300 kilometer jalan yang ada di delapan kabupaten/Kota setiap hari, jadi bisa dibayangkan pengawasan tidak bisa maksimal dan efektif dilakukan petugas kami. ” kata Revri kepada wartawan, Rabu 16 Maret 2016.

Namun kata dia, kurangnya personil itu tidak lantas membuat pengawasan berhenti. Pihaknya terus melakukan tuganya melakukan pengawasan terutama pada titik jalan yang dinilai menjadi prioritas.

” Salah satu upaya kami dengan keterbatasan tersebut, dengan melakukan pengawasan tetap dilakukan dan menggelar razia rutin pada setiap minggu.” katanya.

Dijelaskan Revri, kekuatan tonase jalan milik Pemprov Banten rata- rata sangat terbatas, hanya bisa dilalui  kendaraan truk dengan berat muatan sekira 15 ton saja.  Padahal mayoritas truk yang melintas membawa beban muatan seberat 40 hingga 50 ton.

Hal itu kata dia tentu saja me over tonase, lantaran kekuatan jalan tidak sebanding dengan beban muatan truk. tonase dengan membawa muatan.

Masih kata Revri dari pengawasan yang dilakukan petugas Dihubkominfo Banten itu, pelanggaran terbanyak terjadi dikawasan Banten Selatan atau jalan yang berada di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Dikawasan itu termasuk kawasan yang lemah dalam pengawsan, padahal arus kendaraan angkutan berat justru di jalur itu terbilang padat.

” Jika ketahuan melanggar tentu kami akan berikan sanksi tilang dengan dasar hukum Undang- Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, selain itu kami kenakan  pasal 19 tentang kelas jalan. Namun sayangnya , razia itu sendiri kadang tidak bisa kami lakukan setiap hari atau setiap minggunya,” ujarnya.

Namun demikian, dengan terbatasnya personil petugas pegawas, dia mengaku tetap terus melakukan upaya maksimal. Sehingga lanjutnya pelanggaran bisa dimeminimalisir.

” Karena, apabila dibiarkan jalan yang menelan anggaran yang  tidak sedikit itu  akan cepat hancur, karena tidak akn  mampu menahan beban kendaraan yang membawa muatan over tonase.” tukasnya. (Dee/a1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Penulis: 
author

Isi dengan Komentar anda...