Dinkes Lebak Terus Minimalisir Angka Penderita Gizi Buruk

3267 views
image

Kepala Dinkes Lebak Maman Sukirman

LEBAK, BANTENDAY.com – Mendukung suksesi program Lebak sehat, Dinas Kesehatan Kabupaten setempat terus berjibaku menekan angka penderita gizi buruk di Kabupaten Lebak.Ditegaskan HM Sukirman, Kepala Dinas Kesehatan Lebak, yang menurutnya meski berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Lebak, angka penderita gizi buruk di Lebak terkategori minim.

Akan tetapi, pihaknya tidak mau kecolongan, sehingga langkah –langkah nyata pihaknya terus di lakukan, yang bukan saja oleh lingkup Dinas di Kabupaten, melainkan para stake holder di tingkat Puskesmas sekalipun, mereka wajib untuk tetap waspada atas penyakit gizi buruk tersebut.  

“ Meskipun angka penderita gizi buruk di kabupaten Lebak minim, akan tetapi kami tetap melakukan upaya pencegahan. Ya, laksana pepatah, sedia payung sebelum hujan, itu akan lebih baik tentunya,”katanya, ditemui wartawan, Selasa (31/05/2016).

Dirincinya, bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan Lebak, pada bulan Maret 2016 ada sekitar 163 penderita, kemudian jumlahnya berkurang menjadi 159 pada bulan April.  Namun, pasca aksi pemberian makanan tambahan (PMT), serta upaya penanganan yang terkoordinir dengan puskesmas-puskesmas tersebar di Kabupaten Lebak.

Jika di kalkulasikan, lanjut HM Sukirman lagi, dengan jumlah anak balita yang berada di Kabupaten Lebak yang berjumlah 133.090, penderita gizi buruk di Lebak masih relatif kecil, sehingga jika persentasikan secara nasional, penderita gizi buruk  di Lebak hanya sekitar 0,01 persen saja.

 “Kalkulasi secara nasional, penderita gizi buruk di Kabupaten Lebak masih terbilang kecil, yaitu hanya sekitar 0,01 persen, dari 133.090 jumlah anak-anak balita yang berada di Kabupaten Lebak,” jelasnya.

Menambahkan, Sri Agustini, Kepala Bidang Pembinaaan Kesehatan Masyarakat (Binkesmas) pada Dinkes Kabupaten Lebak, mengatakan bahwa untuk meminimalisir penderita gizi buruk, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak puskesmas, agar terus memantau lingkungannya masing-masing dengan metoda jemput bola.

“ Jangan hanya menunggu masyarakat datang, atau setelah menerima  adanya penderita gizi buruk. Akan tetapi, pelayanan dengan metoda jemput bola, tentunya akan lebih efektif dan merakyat,” tegasnya. (Dede/A1)

 

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Angka Buruk Dinkes Gizi lebak Minimalisir Penderita Terus

Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...