Dinilai Rugikan Pedagang Tradisional, Warga Protes Waralaba di Cikulur

1573 views
image

Ini penampakan waralaba di kecamatan Cikulur kabupaten Lebak yang ditolak warga (bantenday.com)

LEBAK,-BANTENDAY.com Warga memprotes keberadaan waralaba di Kampung Muncangkopong Desa Muncangkopong Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Banten. Warga Muncangkopong dan Tamanjaya menyesalkan telah beroprasinya Indomart sejak empat hari yang lalu.

Warga para pedagan tradisional itu mengeluhkan beroperasinya Indomart yang kini telah mengubah nama menjadi Yayatmart itu akan mengurangi omset penjualan warung sembako milik warga setempat.

Seperti yang diungkap H. Sogiri, adanya waralaba Yayatmart itu akan berdampak buruk bagi pengusaha pribumi yang memiliki usaha pedagang tradisional jualan.

Kata dia, sedikitnya ada 32 warung sembako yang lokasinya tidak jauh dari lokasi Yayatmart itu terancam bangkrut karena berpalingnya pembeli ke waralaba tersebut.

“Sangat berpengaruh terhadap turunya omset penjualan dan pendapatan para pemilik warung sembako yang dekat dengan waralaba Yayatmart,” keluhnya, kepada Bantenday.com, Sabtu 21 Mei 2016.

Masih kata dia, para pedagang warung sembako di kampung Muncangkopong, Godang dan Sumurpanjang yang jaraknya tidak jauh dari waralaba tersebut meminta tindakan tegas dari Pemkab Lebak supaya menutup waralaba tersebut.

“Masyarakat yang berjualan sembako meminta Pemkab Lebak harus berpihak kepada rakyat kecil, jangan hanya memberikan ruang kepada pengusaha besar yang bukan warga pribumi membuka usaha di daerah kita,” tuturnya.

Yudi warga Cikulur juga menganggap berdirinya Indomart yang kini berubah nama menjadi  Yayatmart di kampung Muncangkopong Desa Muncangkopong Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, diduga tidak memiliki izin lengkap dari Pemkab Lebak.

Pasalnya kata dia,  warga yang tinggal disekitar itu diduga tidak pernah dilibatkan dalam menandatangani surat ijin lingkungan sebagai sarat pembuatan perijinan ke Pemkab Lebak.

“Saya pernah ngobrol dengan beberapa warga setempat, mereka menolak adanya waralaba.Dan mereka tidak pernah di libatkan soal ijin lingkungan,” terangnya. (Eli Sahroni/A1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Banten banten hari ini Berita berita banten berita banten online berita banten terdepan berita banten terkini berita cilegon berita harian berita harian banten berita kabupaten serang berita kabupaten tangerang berita kota serang berita kota tangerang selatan berita lebak berita pandeglang berita portal berita provinsi banten berita serang berita tangerang berita terkini berita terkini banten berita utama breaking news breaking news banten budaya banten di Cikulur Dinilai ekonomi banten harian banten harian berita banten info banten kabar banten kumpulan berita kumpulan berita banten media banten online berita banten Pedagang pemprov banten pendidikan banten politik banten portal banten portal berita banten Protes Rugikan sejarah banten seputar seputar banten seputar berita banten top banten Tradisional Waralaba Warga wisata banten

Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...