Dikira Bangker Harta Karun, Warga Lebak Temukan Bangunan Pengintai Jepang

1014 views

Sebuah banguanan di Kampung Pasirgeleng Desa Cilangkahan Kecamatan Malingping, Lebak.

LEBAK, BANTENDAY.com- Sebuah bangunan berukuran 6×6 meter diperdiksi dibangun sejak jama peramg dunia ke dua, ditemukan warga di Kampung Pasirgeleng Desa Cilangkahan Kecamatan Malingping, Lebak, Banten. Bangunan itu, diketahui kemudian merupakan bekas benteng pertahanan tentara Jepang.

Awalnya Warga Pasirgeleng, menyangka bangunan tua itu sebagai tembok bungker harta karun. Namun  perkiraan warga itu salah setelah diketajui ternyata hanya bekas benteng pertahan Jepang.

Warga Pasirgeleng Anang Hamdani, mengatakan, bangunan itu berada sekitar 10 meter dari jallan Malingping-Simpang. Saat pertama kali ditemukan warga, bangunan itu sebagian terkubur di dalam tanah. Karena penasaran dan berharap menemukan harta karun, lalu melakukan penggalian.

 “Harapanya itu bungker harta karun, tapi setelah digali ternyata hanya bangunan berlubang mirip jemdela pengintainya,“ kata Anang. 
Meski disekliling bangunan tua sudah tertutup rumput liar, namun di bagian belakang bangunan itu terdapat pintu masuk setinggi dua meter dengan lebar satu meter. Sementara pada bagian dinding bangunan sebelah selatan dan barat, terdapat jendela dengan lebar satu meter dan tinggi 15 centimeter. Dari dalam bangunan itu, saat mengintip di lubang jendela dapat melihat antai Bagedur dan Talanca dengan jelas.

Abah Salim (91) seorang pelaku sejarah asal Malingping, menyebut, bangunan itu dibangun para tentara jepang dengan tenaga para romusha. Lantaran waktu itu Jepang sudah mengetahui, sekutu akan datang lewat laut yang sepi.

“Karena Jepang sudah mencium gerakan sekutu akan mendarat di setiap pesisir pantai selatan, Jepang lalu membangun banyak benteng, alah satunya di Pasirgeleng itu,“ katanya

Selain posisi strategis benteng tersebut untuk menghadang serangan musuh dari arah pantai sejauh 1 kilometer, kata Abah, keberadaan benteng itu pun untuk memblokade serangan musuh dari darat.

“ Posisi benteng itu berada tidak jauh di persilangan jalur kereta api Bayah-Saketi dan jalan raya Simpang-Malingping, itu cuma 15 meter dari jalan raya dan dari jalan kereta api 50 meter,” katanya. 

Pennggiat cagar budaya Banten Yadi Ahyadi, meyakini, keberadaan benteng sejarah eks pertahanan Jepang di wilayah Malingping itu sebagai bangunan bekas perang dunia kedua. 

“Seetahun lalu kami sudah lakukan penelitian, itu bekas benteng pertahanan Jepang yang di bangun Tahun 1944, waktu itu sedang terjadi perang Asia-Pasipik. Pembangunan benteng itu dikerjakab romusha setelah selesai membangun jalan kereta Bayah-Saketi,” ungkapnya.

Posisi benteng itu berada tidak jauh di persilangan jalur kereta api Bayah-Saketi dan Jalan Raya Simpang-Malingping. Dari jalan raya sekitar 15 meter dan dari jalan kereta api sekktr 50 meter datanya  sudah ada di Bantenologi.

“Kita telah mendokumentasikan sebagai inventarisasi aset sejarah dan budaya,” ucapnya. ( A1)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Author: 
author

Isi dengan Komentar anda...